RADAR JOGJA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih memastikan pihaknya sudah tak lagi menyimpan vaksin Covid-19 kadaluarsa atau nyaris kadaluarsa. Seluruh vaksin yang ada di Jogjakarta saat ini memiliki tenggat waktu pemakaian yang panjang.

Terkait keberadaan vaksin kadaluarsa, Berty menuturkan telah dikembalikan ke pemerintah pusat. Pengembalian berlangsung sejak vaksin akan memasuki masa kadaluarsa. Tindakan ini sesuai dengan standar operasional prosedur terhadap vaksin.

“Untuk jatah milik Jogjakarta sebelum kadaluarsa sudah kami kembalikan ke pusat. Adapula yang  direalokasi ke provinsi lain yang lebih membutuhkan,” jelasnya, Senin (15/11).

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerima pesan khusus dari Presiden Joko Widodo. Isinya untuk mewanti-wanti vaksin kadaluarsa di beberapa daerah. Termasuk Jogjakarta dalam laporan sebulan terakhir.

Berty menjelaskan vaksin yang dimaksud adalah jenis AstraZeneca. Dia memastikan jenis vaksin Covid-19 ini telah dikembalikan sejak Oktober lalu. Tepatnya sebulan sebelum jatuh tempo pemakaiannya.

“Pengembalian sudah bulan lalu, untuk vaksin AstraZeneca yang akan expired awal November. Lalu kami laporkan ke pusat secara tertulis dan diambil oleh beberapa kabupaten di Jateng dan Jatim,” ujarnya. (dwi)

Jogja Raya