RADAR JOGJA – Pendamping hukum para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Kelas IIA Jogjakarta Anggara Adiyaksa memastikan tak akan mencabut laporan di Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Jogjakarta. Dia tetap ingin proses penyidikan terhadap petigas Lapas Narkotika Kelas IIA Jogjakarta tetap berjalan.

Diketahui bahwa sejumlah WBP maupun mantan WBP melaporkan aksi dugaan kekerasan ke ORI Jogjakarta. Pelakunya adalah sejumlah oknum petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Jogjakarta. Terutama yang berasal dari regu pengamanan (rupam) maupun Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP).

“Tidak ada pencabutan laporan. Mereka (ORI Jogjakarta) sudah bekerja  kalau mau dicabut istilahnya nanti kami bohong ya. Jadi biar proses berjalan, pak Kakanwi(Kemenkumham)l juga menghargai prosesnya,” jelasnya ditemui di Kantor Kanwil Kemenkumham Jogjakarrta, Kamis (11/11).

Pihaknya juga terus berkomunikasi secara intens dengan Kanwil Kemenkumham Jogjakarta. Guna mendapatkan fakta secara obyektif. Selain itu juga menyingkronkan pernyataan para penyidik baik dari ORI Jogjakarta, Kanwil Kemnkumham dan Komnas HAM.

Disatu sisi, para WBP tak mempermasalahan adanya aturan yang ketat. Selama tidak dimbumbui dengan tindakan berlebihan yang mengarah pada kekerasan. Seperti tetap tegaknya aturan sepertti bebas gawai, bebas pungli, narkotika dan bebas penyiksaan.

“Intinya proses tetap berjalan proses pemeriksaan terhadap pelapor tetap berjalan dan kami menghargai proses tersebut dan kami mengapresiasi Pak Kalapas dan Kakanwil telah berkomitmen untuk menghapuskan kekerasan dari dalam Lapas begitu,” ujarrnya.

Salah satu WBP Lapas Narkotika Pakem Vincentius Titih Gita Arupadatu, 35, tak mempermasalahan sikap disiplin aturan. Keluhannya adalah penegakan aturan yang disertai dengan tindakan fisik. Tidak sedikit keluar dari jalur dan mengarah pada kekerasan.

Dia menegaskan pelaporan olehnya dan WBP yang lain bukan bertuijuan menyerang instansi. Pihaknya hanya ingin membersihkan Lapas Narkotika Pakem dari tindakan yang mengarah pada kekerasan. Terutama para oknum pelaku yang selama ini berlindung dengan dalih penegakan aturan.

“Kami disini mengupayakan untuk lapas itu tetap bersih dan bersinar. Dari bapak Kakanwil (Budi Argap Situngkir) juga menegaskan yang penting kekerasan di lapas itu sudah tidak terjadi lagi. Kami mewakili warga binaan juga sangat mendukung program lapas untuk lebih baik,” katanya. (dwi)

Jogja Raya