RADAR JOGJA – PSIM Jogja gagal mengukir kemenangan pada laga pamungkas putaran pertama Grup C Liga 2 2021. Klub berjuluk Laskar Mataram itu ditahan imbang Persijap Jepara dengan skor 2-2. Gol PSIM dicetak oleh brace Ahmad Ihwan pada menit ke-29 dan ’67. Sementara gol lawan dilesakkan oleh Ricki Ariansyah menit ke-51 dan ’88.

Hasil ini menempatkan PSIM di urutan ke-3 kalsemen sementara dengan enam poin. Sedangkan Persijap berada satu tangga dibawah Laskar Mataram dengan lima angka.

Meski gagal menang, Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan anak asuhnya. Ia berujar hasil tersebut di luar ekspektasi, mengingat di laga kemarin Laskar Mataram berhasil cukup baik. Bahkan berhasil unggul lebih dulu.

“Tapi ini hasil kerja keras pemain. Mereka sudah mati-matian pengin memenangkan pertandingan. Kami mohon maaf kepada suporter karena belum bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Seto usai laga di Stadion Manahan Solo, tadi malam (25/10).

Seto mengatakan, PSIM masih memiliki banyak kekurangan. Dia menilai pada babak pertama, ada beberapa rencana yang tidak berjalan dengan baik. Ia menyebut paro pertama timnya bermain cukup hati-hati. “Kami main tidak terlalu cepat dan mengatur tempo. Kami coba menghambat build up-nya sebenarnya ada. Dan, beberapa momen di situ sebetulnya sudah cukup bagus,” katanya.

Pelatih asal Kalasan, Sleman, itu juga menyayangkan sejumlah peluang di babak kedua yang gagal dikonversikan menjadi gol. Malah, timnya harus kembali kecolongan di akhir laga. “Kami ingin mempertahankan kemenangan, tapi ya mungkin belum jatah kami untuk menang karena ada sesuatu di luar kendali saya. Kecolongan juga faktor kelelahan dan kami sudah coba memberi penyegaran pergantian pemain,” terangnya.

Yang pasti, Seto menuturkan, hasil ini bakal dijadikan evaluasi di putaran kedua nanti. “Saya awal sudah ingatkan ke pemain, kalau pengin lolos harus menang dan itu yang harus kita pertahankan. Tapi dengan hasil imbang ini, cukup jauh dan peluang delapan besar menipis, tapi kami akan berusaha di sana,” tandasnya.

Kekecewaan juga dirasakan penyerang Firman Septian. Firman cukup menyesalkan karena timnya harus dua kali kecolongan di babak kedua. Meski gagal meraih poin penuh, ia tetap bersyukur. “Sebetulnya kami bisa maksimalin kemenangan, tapi kami kecolongan di menit akhir. Ini jadi bahan evaluasi pemain di putaran kedua nanti,” bebernya.

Dalam pertandingan kemarin kedua kesebelasan sama-sama tancap gas untuk mencetak gol cepat. Namun beberapa kali peluang tak mampu dikonversikan menjadi gol oleh kedua tim. Beruntung, PSIM berhasil membuka skor 1-0 berkat gol Ahmad Ihwan. Gol tercipta lewat aksi Benny Wahyudi yang mengirimkan umpan matang kepada Ihwan.

Memasuki babak kedua, Laskar Kalinyamat mencoba bangkit dan mengejar ketertinggalan. Hasilnya, mereka sukses menyamakan kedudukan melalui sundulan Ricki. Setelah gol itu, jual beli serangan dilakukan kedua tim. Hingga akhirnya Ihwan kembali membawa PSIM unggul. Kali ini giliran Firman Septian yang memberi assist kepada Ihwan. Melalui aksi individunya melewati beberapa pemain Laskar Kalinyamat.

Sayang, kemenangan di depan mata harus sirna. Persijap mampu kembali menyamakan kedudukan tiga menit jelang laga bubar lewat gol kedua Ricki. Skor 2-2 pun bertahan hingga babak kedua berakhir. (ard/laz)

Jogja Raya