RADAR JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengevaluasi penerapan swab antigen acak di kawasan Malioboro. Pelaksanaan saat pagi dan siang hari ternyata tak menjaring sampel secara maksimal. Terbukti dari 100 swab antigen kit hanya terpakai 5 buah.

Berdasarkan hasil ini, Heroe tengah merancang skema yang baru. Besar kemungkinan adalah mengubah swab antigen acak pada sore hari. Pertimbangannya adalah banyak pengunjung Malioboro pada sore hingga malam hari.

“Kemarin yang disampling itu 5 dari 100 antigen kit yang kami sediakan. Setelah kami evaluasi ternyata waktu samplingnya keliru. Kalau pagi masih belum begitu ramai karena biasanya orang ke Malioboro itu kan sore,” jelasnya, Senin (25/10).

Walau begitu hasil pemeriksaan sampling negatif Covid-19. Kelima pengunjung yang terjaring sampling dalam kondisi sehat. Seluruhnya diijinkan untuk melanjutkan kunjungan di kawasan Malioboro.

“Alhamdullilah dari lima sampling ini hasilnya negatif semua,” katanya.

Disatu sisi untuk vaksin Covid-19 on the spot juga tergolong minim peserta. Diketahui Pemkot Jogja menyediakan jatah 100 dosis vaksin. Diperuntukan bagi wisatawan Malioboro yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Program ini merupakan komitmen Pemkot Jogja. Tepatnya setelah status PPKM di Jogjakarta turun menjadi level 2. Kendornya pintu wisata diimbangi dengan swab antigen acak dan vaksinasi Covid-19 di kawasan Malioboro. Tepatnya 10.00 WIB hingga 12.00 WIB setiap Sabtu di akhir pekan.

“Kami juga sebenarnya 100 dosis, cuma kemarin selama 2 jam itu ada 17 yang suntik untuk dosis 1. Ada juga yang vaksin untuk dosis 2 sebanyak 16 orang,” ujarnya. (dwi)

Jogja Raya