RADAR JOGJA – Kendaraan pribadi juga tak lolos dari pemeriksaan Dinas Perhubungan Kota Jogja. Kaitannya adalah kendaraan plat nomor luar daerah yang masuk ke wilayah Kota Jogja. Bertepatan kunjungan wisatawan pada masa akhir pekan.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menuturkan pemeriksaan kendaraan pribadi bersifat acak. Menyasar sejumlah lokasi-lokasi di dekat destinasi wisata Kota Jogja. Berbeda dengan bus pariwisata yang berlangsung di Terminal Giwangan.

“Kami melakukan (pemeriksaan) tapi secara acak. Skemanya ada dua, pertama di jalan lalu yang kedua di lokasi tempat parkir,” jelasnya, ditemui di Terminal Giwangan, Sabtu (23/10).

Pihaknya juga bekerjasama dengan DPD PHRI. Terkait pemeriksaan tamu hotel dengan kendaraan pribadi di wilayah Kota Jogja. Teknisnya tetap sama dengan membawa kartu vaksin atau dengan aplikasi Peduli Lindungi.

Heroe mengakui tak mudah memeriksa seluruh kendaraan pribadi. Pemeriksaan satu persatu akan terkendala waktu. Apabila tak tertata maka dapat menimbulkan kemacetan kendaraan.

“Ya kami kan enggak mungkin periksa satu persatu kendaraan itu, jadi hanya melakukan acak. Saya berharap memang pengendara kendaraan pribadi lebih patuh dalam upaya itu,” katanya.

Dia juga meminta warganya tetap patuh atas peraturan yang berlaku. Terutama yang kedatangan sanak saudara dari luar kota. Minimal wajib melaporkan kedatangan ke RT atau RW setempat.

“Mereka harus melindungi keluarga yang didatangi juga dan kami pun sudah berkomunikasi dengan RT dan RW untuk disampaikan kepada seluruh warga. Kalau ada keluarga yang mau datang ke Jogja untuk melengkapi persyaratan seperti vaksinasi,” ujarnya.

Untuk armada bus pariwisata telah berlaku one gate system. Seluruh kendaraan yang membawa wisatawan wajib masuk ke Terminal Giwangan. Guna memastikan persyaratan wajib vaksin bagi seluruh wisatawan.

Setiap bus yang memenuhi syarat akan mendapatkan stiker dari Dinas Perhubungan Kota Jogja. Selain itu juga stiker lokasi parkir. Stiker warna hijau menuju pakir Abu Bakar Ali, stiker merah ke parkir jalan Senopati Bank Indonesia dan stiker kuning ke parkir Ngabean.

“Kalau ini kan yang penting sebagaimana aturan dalam Kemenhub dimana seluruh kendaraan angkutan wisata harus masuk ke dalam terminal. Kalau enggak lolos disini ya enggak bisa masuk Kota Jogja,” katanya.

Dishub Kota Jogja juga bertujuan mengatur alur masuk dan parkir bus. Ini sebagai solusi atas permasalahan-permasalahan sebelumnya. Timbulnya kemacetan akibat bus pariwisata berputar-putar untuk mencari lokasi parkir.

“Jadi setiap bus yang ditempeli stiker sudah diberikan pentunjuk dimana dia akan parkir dan rute dari terminal sini ke tempat parkir. Sudah ada kami atur sedimikian rupa di aplikasi,” ujarnya.

Para operastor bus pariwisata menyambut positif program ini. Salah satunya adalah pemandu wisatawan asal Salatiga Jawa Tengah Jeni Ari Saputro. Dia membawa 25 orang penumpang yang terdiri dari aparatur sipil negara Bank Jateng cabang Salatiga.

“Tidak masalah karena untuk menjaga semua. Tujuannya mau ke Jogja memulihkan ekonomi dan refreshing agar imunitas meningkat. Sudah cek semua, vaksin dan dalam kondisi sehat. Langsung pulang tidak menginap,” katanya. (dwi)

Jogja Raya