RADAR JOGJA – PT. Kereta Api Indonesia (KAI) mengijinkan anak dibawah 12 tahun bermobiltas dengan kereta api. Kebijakan ini mulai berlaku per 22 Oktober 2021. Menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 89 Tahun 2021.

Surat yang terbit 20 Oktober 2021 ini berbicara tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri pada masa Pandemi Covid-19. Khususnya dengan transportasi perkeretaapian. Salah satu poinnya adalah mengijinkan anak dibawah 12 tahun bermobilitas dengan kereta api.

“Meski kembali diperbolehkan, anak dibawah 12 tahun tetap harus memenuhi persyaratan seperti hasil negatif pemeriksaan Covid-19 bagi pelanggan KA Jarak Jauh, memakai masker dengan sempurna, dalam kondisi sehat, dan selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” jelas Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Supriyanto, Jumat (22/10).

Anak, lanjutnya, wajib didampingi oleh orangtua atau keluarga. Syarat ini dengan menunjukan kartu keluarga. Para orangtua maupun keluarga pendamping wajib telah tervaksin minimal dosis pertama.

Untuk tes kesehatan bebas Covid-19 bisa dari swab PCR maupun swab antigen. Untuk swab PCR berlaku 2X24 jam sejak tes kesehatan. Sementara swab antigen berlaku 1X24 jam. Kedua aturan ini berlaku untuk pelaku perjalanan jarak jauh.

“Tapi baik jarak jauh maupun lokal wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama. Untuk anak dibawah 12 tidak diwajibkan. Kalau ada yang memiliki komorbid dan tidak bisa vaksin wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah,” katanya.

Secara umum PT. KAI sudah mengetatkan aturan sejak 31 Agustus 2021. Pelanggan KA Lokal diharuskan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat melakukan pemesanan tiket. Sedangkan untuk KA Jarak Jauh sudah berlaku mulai 26 Oktober 2021.

Penggunaan NIK ini berlaku untuk pelanggan dewasa ataupun anak-anak. Tujuannya untuk memvalidasi status vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 calon pelanggan. Ini karena PT. KAI telah mengintegrasikan aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding KAI.

“Selain itu juga patuh prokes selama perjalanan. Pelanggan tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan,” ujarnya.

Aturan larangan makan dan minum juga tetap berlaku. Khusunya untuk perjalanan yang kurang dari 2 jam. Terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan.

“Ini untuk memastikan kesehatan bagi semuanya. Baik pelanggan penumpang kereta api maupub para pegawai PT. KAI. Turut mencegah penyebaran Covid-19 pada moda transportasi kereta api,” katanya. (dwi)

Jogja Raya