RADAR JOGJA – Pemkot Jogja menerima lima unit mobil operasional vaksinasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), KPEI, dan KSEI. Sejumlah mobil itu akan diterjunkan ke wilayah untuk mempercepat penyisiran warga yang belum vaksinasi maupun upaya testing, tracing, dan treatment (3T).

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, meski Jogja terbilang sudah tuntas vaksinasi, masih diorientasikan untuk mempercepat warga yang belum seperti penyintas dan komorbid. Termasuk mempercepat vaksinasi dosis kedua. Disamping juga memaksimalkan upaya 3T, pasca tuntas vaksinasi untuk menjaga agar tidak terjadi lonjakan Covid-19 gelombang ketiga.

“Mobil vaksinasi ini dapat kita gunakan untuk mendatangi lokasi-lokasi masyarakat yang belum vaksinasi. Mungkin yang mengalami kendala dalam mobilitas bagi lansia, difabel mauapun kelompok rentan,” kata HS di sela menerima secara simbolis penyerahan bantuan mobil operasional vaksinasi di Kompleks Balai Kota Timoho, Kamis (21/10).

HS menjelaskan hal ini merupakan upaya kerja sama konkret antara pemkot kepada lembaga swasta, terutama yang berkepentingan membawahi aktivitas atau bidang ekonomi. Sekaligus sebagai bentuk dorongan bahwa semakin turun kasus Covid-19 disusul program vaksinasi yang masif di Kota Jogja.

Praktis ini mendorong juga untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Jogja. Saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Jogja diklaim jauh di atas rata-rata nasional, mencapai 11,8 persen. “Kita tidak ada pilihan lain harus naik semua ekonominya. Sekarang juga sudah menggeliat UMKM dan Jogja sebagai kota wisata Nusantara akan banyak pilihan,” ujarnya.

Dengan mobil itu juga terus menekan laju persebaran virus korona dengan menggiatkam 3T yang rencananya setiap dua minggu atau satu bulan sekali secara acak di masyarakat. “Jadi meskipun kita sudah tinggi vaksinasi, masih terus perjuangannya. Nggak terus diam saja. Kami akan cek kondisi orang per orang secara sampling,” tambahnya.

Selain menerima lima unit mobil, Pemkot Jogja juga menerima sebanyak 10 ribu rapid antigen senilai Rp 175 juta dan satu buah oksigen konsentrator senilai Rp15 juta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, mobil vaksinasi itu sudah dioperasionalkan ke beberapa wilayah sesuai permintaan masyarakat. Beberapa wilayah yang masih menyisakan warga belum vaksinasi, lebih banyak dibandingkan dengan kemantren lain, di antaranya, Umbulharjo, Tegalrejo, dan Mantrijeron.

“Kami tetap melakukan penyisiran untuk mengantisipasi jika masih ada warga yang belum vaksinasi. Dari hasil penyisiran akan dikumpulkan di wilayah dan mobil vaksin bergerak ke sana melakukan vaksinasi. Tetapi ini jumlahnya sudah sulit dicari, tidak terlalu banyak,” katanya.

Sementara Diretur Utama PT BEI Inarno Djajadi mengatakan, mobil vaksinasi itu diharapkan dapat membantu penuntasan vaksinasi di Kota Jogja dengan menjangkau masyarakat yang masih kesulitan mengakses. Percepatan vaksinasi dinilai penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Bantuan vaksinasi itu juga bagian dari CSR HUT ke-44 pasar modal. (wia/laz)

Jogja Raya