RADAR JOGJA – Desa Tinalah merupakan desa wisata yang terletak di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo. Desa ini menonjolkan keindahan alam sebagai pesonanya. Karena keindahannya itu pula, Desa Tinalah masuk sebagai 50 desa wisata terbaik di Indonesia.

IWAN NURWANTO, Kulonprogo, Radar Jogja

Pemandangan indah begitu tampak di kawasan Desa Tinalah. Hamparan sawah berbalut aliran sungai serta gugusan perbukitan, begitu memanjakan mata. Desa wisata Tinalah sendiri merupakan desa yang terletak di kawasan Sungai Tinalah dan Perbukitan Menoreh.

Udara di tempat ini juga masih sangat segar dan membuat rileks. Sebab, lokasi desa wisata cukup jauh dari jalan raya dan lalu lalang kendaraan. Namun demikian, untuk akses ke lokasi cukup mudah karena fasilitas pendukung yang cukup memadai. Hanya 25 km dari Kota Jogja.

Galuh, pengelola Desa Wisata Tinalah menyampaikan, nama Tinalah sendiri diambil dari nama sungai di sekitar kawasan tersebut. Desa ini terletak pada ketinggian 117 mdpl, sehingga memiliki udara yang cukup dingin.
Selain memiliki pesona keindahan alam, Desa Tinalah juga didukung dengan berbagai potensi lainnya. Seperti Goa Sriti, Museum Sandi Negara, Puncak Kleco, dan napak tilas Pangeran Diponegoro.

Lebih dari itu pengelola wisata juga menyediakan berbagai wahana seperti outbond, camping, trekking dan river tubing. Namun mengingat masih situasi pandemi Covid-19, sampai saat ini desa wisata tersebut belum resmi dibuka.
“Di tengah situasi pandemi saat ini, selaku pengelola Desa Wisata Tinalah kami telah menyiapkan segala sesuatunya agar benar-benar siap jika nantinya diizinkan kembali dibuka,” ujar Galuh.

Karena keindahannya pula, Senin (11/10) lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menetapkan Desa Tinalah sebagai salah satu desa wisata terbaik Indonesia. Desa ini masuk 50 desa wisata terbaik dari 1.831 desa yang ikut dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Sandiaga menyampaikan, ditetapkannya Desa Tinalah sebagai desa wisata terbaik di Indonesia tentu tak lepas dari inovasi dan adaptasi yang dilakukan pengelola dan masyarakat sekitar. Hal ini, menurutnya, bisa menjadi awal kebangkitan untuk membuka peluang usaha masyarakat, khususnya pada bidang pariwisata.

“Di sisi lain kami juga terus berupaya membuka kegiatan pariwisata di Indonesia secara bertahap dengan protokol kesehatan ketat dan disiplin,” terang Sandi.

Ia pun mendorong seluruh pihak bisa berkolaborasi menjaga alam Tinalah agar tetap lestari. Sehingga bisa menjadi salah satu dorongan untuk mensukseskan peningkatan ekonomi pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sandiaga juga meminta masyarakat bisa lebih membeli produk-produk UMKM milik para pengusaha lokal. Sebab, untuk saat ini banyak produk lokal yang memiliki kualitas tinggi. “Karena UMKM dan kewirausahaan adalah lokomotif kita untuk bisa menggerakkan ekonomi sebagai peluang usaha dan peluang kerja,” ucapnya. (laz)

Jogja Raya