RADAR JOGJA – Badan Amil Zakat Nasional Kota Jogja menggelar Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT). Berlangsung pula Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan sejumlah instansi di Kota Jogja. Fokusnya adalah upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi membuka langsung kegiatan yang berlangsung di Hotel Gaia Cosmo Jogjakarta, Selasa (19/10). Acara berlanjut dengan penyerahan bantuan sosial dari Baznas Kota Jogja. Wujud penanggulangan persoalan kemanusian dengan adanya bantuan sosial.

“Penyusunan Rencana Kerja Anggaran Tahunan BAZNAZ Kota Jogja perlu mendapatkan partisipasi dan perhatian dari kita semua. Selama tahun 2020 hingga 2021 ini kami atas nama Pemerintah Kota Jogja mengucapkan banyak terima kasih atas kinerja dari teman-teman BAZNAS. Telah merespon dengan cepat suara-suara masyarakat yang berkaitan dengan persoalan kemanusiaan,” jelas Heroe Poerwadi, Selasa (19/10).

Pada acara ini juga dibarengi dengan penyerahan bantuan sosial. Berupa bantuan modal usaha program bertajuk Kita Jaga Usaha senilai Rp 50 juta dari BPD DIJ Syariah. Adapula bantuan pendidikan anak yatim terdampak Covid-19 tahap II senilai Rp.81,5 juta kepada 163 penerima.

“Adapula bantuan Bisharoh direktur TKA/TPA senilai Rp.140 juta. Untuk siswa dan santri berprestasi, senilai Rp.75 juta dan beasiswa anak pegawai kurang mampu, senilai Rp.250 juta,” kata Heroe.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi. Diikuti oleh 36 peserta lintas instansi di Kota Jogja. Adapula keterlibatan lembaga pendidikan, organisasi keagamaan dan lemaba amil zakat (LAZ) di wilayah Kota Jogja.

Pemateri pertama yaitu Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemkot Jogja Sisruwadi. Mengambil tema Program Pemkot Jogja dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Memaparkan capaian program dengan sasaran warga Kota Jogja.

“Program ini mengangkat pendayagunaan masyarakat. Mengembangkan diri sehingga memiliki daya ekonomi untuk kehidupan sehari-hari dan jangka panjang,” ujar Sisruwadi. (om7/dwi)

Jogja Raya