RADAR JOGJA – Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad menuturkan terbitnya QR Code Peduli Lindungi menjadi kendala pengawasan destinasi wisata, cafe dan restoran. Berdasarkan catatan belum semua mengantongi kode digital ini. Lambatnya penerbitan oleh Kementerian Kesehatan menjadi kendala utama.

Pasca turunnya status PPKM di Jogjakarta menjadi level 2, sejumlah aturan menjadi longgar. Termasuk operasional tempat wisata, cafe dan restoran. Hanya saja pengawasan 6ak optimal karena pemilik usaha belum memiliki QR Code Peduli Lindungi.

“Kendalanya QR code turunnya lama. Menjadi syarat wajib harus penuhi itu CHSE, Peduli Lindungi DNA Visiting Jogja,” jelasnya ditemui di Kantor DPRD DIJ, Selasa (19/10).

Noviar semi sambat atas lambatnya QR Code Peduli Lindungi. Dia menemui kendala tak hanya terjadi di satu tempat. Tapi hampir merata di semua pemohon. Hingga saat ini belum mengantongi kode digital milik Kemnekes tersebut.

“Di OPD ( kantor organisasi perangkat daerah) belum semuanya turun. Di kantor saya (Satpol PP DIJ) juga belum turun. Rumah makan banyak yang belum turun, saya yakin di objek wisata juga sama,” katanya.

Walau begitu, permasalahan ini tak menjadikan pengawasan prokes terhalang. Jajarannya tetap melakukan pemantauan rutin. Dia juga mengimbau pelaku usaha mendata pengunjung secara manual.

Langkah ini sebagai solusi hingga QR Code Peduli Lindungi dikirim. Selama pendataan manual juga wajib membatasi jumlah kunjungan. Tentunya sesuai dengan regulasi dalam PPKM Level 2.

“Kalau tidak ada QR Peduli Lindungi, sementara waktu secara manual, ketentuan boleh untuk cek secara manual. Tapi prokes harus super ketat, kapasitas dibatasi 25 persen,” ujarnya.

Pasca PPKM Level 2, Noviar juga menggeser sejumlah personel Satlinmas Rescue Istimewa. Dari awalnya menjaga pintu masuk wisata menjadi pengawas prokes. Tugasnya mengawasi wisatawan dan pelaku wisata di setiap objek wisata.

“Peran Satlinmas Rescue Istimewa, dari awalnya menjaga pintu masuk maka sekarang kembali kedalam destinasi dan memantau prokes,” katanya. (Dwi)

Jogja Raya