RADAR JOGJA – Kasus pinjaman online (pinjol) ilegal turut menarik perhatian Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Dia berpesan agar tidak tergiur skema peminjaman modal secara cepat. Wajib bertanya tentang besaran bunga dan jatuh tempo pemninjaman.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menuturkan peminjaman modal telah ada skema baku. Tepatnya aturan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Termasuk maksimal besaran bunga dan jangka waktu pinjaman.

“Sebetulnya kalau saya ya, OJK selalu mengatakan sebelum melangkah, cari informasi yang benar, yang akan dihubungi itu gimana,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (18/10).

Sebelumnya sebuah kantor di Jogjakarta digrebek karena terindikasi sebagai kantor pinjol ilegal. Sebanyak 86 karyawan dibawa ke Mapolda Jawa Barat sebagai proses penyelidikan. Kabar terbaru, 7 karyawan telah dinyatakan sebagai tersangka atas kasus teror kepada salah seorang nasabah.

Hamengku Buwono X mengajak masyarakat mencermati peristiwa tersebut. Alih-alih mendapatkan uang dan bantuan modal justru berujung teror. Ditambah aksi teror tak hanya menyasar nasabah tapi juga kerabat di sekelilingnya.

“Perbankan prosedur memang lama lalu lewat pinjol cepet, tapi resikonya ya cepet,” pesannya.

Dia juga berpesan agar masyarakat meminjam modal melalui jalur yang resmi. Paling penting adalah terdaftar di OJK. Sehingga skema peminjaman dan terawasi.

Hamengu Buwono X meyakini kantor pinjol ilegal masihlah banyak. Terbukti aksi penggrebekan oleh Polri masih berlangung hingga saat ini. Tak hanya di Jogjakarta tapi juga di wilayah-wilayah lainnya.

“Jogja digrebek, itu yang ketahuan, yang enggak ketahuan (banyak). Hati-hati itu memang harus hati-hati, tapi sudah hati-hati yang engga usah ke pinjol,” katanya. (dwi)

Jogja Raya