RADAR JOGJA – OLAHAN pepes biasanya diolah bersama parutan kelapa. Namun, berbeda halnya dengan Mbak Ning. Ia menggantinya dengan parutan bluluk. Bakal buah kelapa yang bagi kebanyakan orang dihiraukan begitu saja.

Bluluk atau bakal buah kelapa ternyata bisa dimanfaatkan menjadi olahan makanan. Bahkan, banyak disepelekan oleh orang-orang. Dianggap tidak ada manfaatnya. Namun, berbeda dengan Suparni atau biasa disapa Mbak Ning, warga asal Dukuh Bumen, Kembanglimus, Borobudur.

Semasa kecil, orang tuanya susah untuk mencari makan. Akhirnya, sang ayah mencari keong di sawag dan diolah menjadi pepes. Di tempat tinggalnya pun, Mbak Ning sering menjumpai orang menebang pohon kelapa. Banyak sekali bluluk yang terbuang sia-sia.

“Kepikiran waktu sering dibuatin pepes keong sama bapak. Di sini juga banyak orang mancing, terus terinspirasi pengen coba pepes bluluk dan enak,” ungkapnya pada Rabu (13/10).

Sudah tiga tahun Mbak Ning membuat olahan pepes bluluk ini. Tapi, ia mengaku, baru dikenal tahun 2019 oleh wisatawan. Menurut ceritanya, sang ayah kerja di balkondes. Banyak wisatawan yang bingung mencari makan. Mereka ingin mencicipi pepes, namun dengan rasa yang berbeda. Akhirnya, ia disuruh untuk membuat pepes bluluk.

Bahan-bahannya pun mudah ditemui. Ikan, bluluk, daun kelor, daun kemangi, jahe, bawang putih dan merah, cabai, serta kacang panjang. Pertama, bluluk diparut. Bumbu dan rempah diulek dengan halus. Setelah bahan selesai dibuat, dibalut bersama ikan yang sudah dibersihkan dan dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus. Yang berbeda dari pepesnya adalah proses masaknya dilakukan dua kali. Yaitu dengan disangan. Gunanya untuk mengurangi kadar air dan memiliki bau yang sedap.

Mbak Ning mengaku, tidak menjualnya di area balkondes. Hanya menerima pesanan. Biasanya, sebungkus, ia mematok harga Rp 15.000 untuk ikan pindang dan Rp 20.000 untuk ikan basah seperti nila, gurame, dan lain-lain.
Mbak Ning telah memasarkan pepes bluluknya di luar kota. Magelang, Surabaya, dan Lampung. “Kalau di luar kota, tidak pakai sayur. Nanti cepat basi,” jelasnya. (cr1/bah)

Jogja Raya