RADAR JOGJA – Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji meminta warga tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) usai vaksin Covid-19. Pernyataan ini guna menanggapi munculnya 2 klaster di Kabupaten Bantul. Tepatnya klaster tilik orang sakit dan klaster senam.

Mantan Kepala Disdikpora DIJ ini menuturkan kedua klaster terbukti lalai. Alhasil paparan kasus Covid-19 semakin meluas. Terbukti untuk masing-masing klaster sudah ada 9 terkonfirmasi positif Covid-19.

“Saya kira kalau lihat kasusnya kaitannya dengan orang tilik, ini diluar pengawasan satgas. Sudah ingatkan terutama dalam sosialisasi perubahan perilaku. Ini murni kesalahan dari warga,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (14/10).

Tak jauh berbeda, klaster senam juga berawal dari kelalaian. Dari satu pasien yang merupakan kontak erat kasus awal. Sebelum hasil swab PCR keluar, sempat mengikuti kegiatan senam di kampung.

Belajar dari kasus ini, Aji meminta warga lebih peduli. Apabila tidak enak badan terutama bergejala Covid-19 untuk tetap di rumah. Tidak melakukan interaksi dengan lingkungan sebelum memeriksakan kesehatan.

“Kesengajaan karena positif malah datang, mereka abai aturan itu. Ini kembali kepada masyarakat untuk saling menjaga. Kalau merasa positif lalu datang ke banyak orang itu kebangetan,” katanya.

Aji memastikan upaya tracing untuk kedua klaster telah berjalan. Menyasar seluruh kontak erat masing-masing klaster. Dia juga telah memintas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul memetakan secara tuntas.

“Sudah saya minta tracing sampai selesai, yang bertemu, tetap lakukan swab. Kebetulan lab (laboratorium penguji sampel swab PCR) tidak terllau banyak yang dites, sehingga tidak terlalu lama,” ujarnya

Direktur Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bantul Tarsisius Glory menjelaskan detil masing-masing klaster. Untuk klaster senam terdeteksi pertama pada 29 Oktober 2021. Kasus awal justru berawal dari periksa kesehatan seorang pelaku perjalanan.

Kala itu seorang warga Kapanewon Bambanglipuro Bantul akan melakukan perjalanan ke Kalimantan. Saat memenuhi syarat swab PCR, hasilnya justru positif Covid-19. Hasil tracing, istri dan mertua juga terpapar Covid-19.

“Lalu mertua sebelum swab melakukan kegiatan senam di kampung. Ada beberapa kami lakukan swab ketemu hasilnya 5 positif. Lalu kembangan ketemu 3, ini masih lanjut,” katanya.

Dari hasil ini, total pasien klaster senam sebanyak 9 orang. Seluruhnya menjalani isolasi mandiri di rumah. Ini karena para pasien terpapar Covid-19 tanpa gejala.

Untuk klaster tilik berada di Sanden Bantul. Berawal dari rombongan warga yang menjenguk orang sakit. Faktanya sosok ini justru terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ada orang sakit tidak tahu sakit apa ditilik wong akeh lalu pulang. Setelah periksa swab hasilnya positif, ketemu 8 positif Covid-19. Kasusnya Oktober ini, mulai masuk RSLKC. Semua tanpa gejala,” ujarnya.

Glori menilai munculnya lonjakan kasus justru pertanda Satgas Covid-19 bekerja. Berupa upaya tracing kasus hingga tuntas. Hingga akhirnya didapati seluruh kontak erat masing-masing klaster.

“Landai kok terjadi lonjakan kasus siginfikan, tapi ini bagus karena ada testing dan tracing. Sehingga bisa melacak sebaran kasus. Ini jadi shock terapi ke warga agar tak lengah prokes,” katanya. (Dwi)

Jogja Raya