Kasus Covid-19 Melandai, Shelter Isoter Kota Jogja Tetap Siaga

RADAR JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menegaskan belum akan menutup 2 shelter isolasi terpadu (isoter) pasien Covid-19. Keduanya akan tetap dalam posisi siaga selama pandemi. Langkah ini guna mengantisipasi apabila muncul lonjakan kasus.

Kedua shelter isoter ini adalah Rusunawa Bener Tegalrejo dan Rusunawa Gemawang Sleman. Khusus untuk shelter isoter Gemawang tidak aktif. Ini karena sudah tidak ada pasien Covid-19 di bangunan tersebut.

“Belum ada yang tutup. Rusunawa Bener tetap aktif karena masih ada 5 penghuni. Untuk yang Gemawang hanya dijaga oleh Satpol PP,” jelasnya ditemui di Malioboro Mall, Rabu (13/10).

Penyiagaan shelter juga terkait fungsi isoter. Untuk menampung warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Agar segera dipindah ke isoter dengan pelayanan medis optimal.

Kebijakan ini mengacu pada awal kemunculan Covid-19 varian delta. Kala itu mayoritas pasien memilih untuk isolman di rumah. Imbasnya lonjakan kasus menjadi tak terkendali. Disebabkan oleh lemahnya pengawasan medis ke semua pasien.

“Kalau ada kasus baru segera bawa ke shelter tidak lagi isolman. Agar segera teratasi. Teorinya kemarin masih isolman, tapi tidak efektif untuk kasus delta, sehingga langsung masuk shelter,” katanya.

Khusus untuk shelter Bener tetap dijaga oleh tenaga medis. Ini karena shlter isoter tersebut masih terdapat 5 penghuni. Sementara untuk tenaga kesehatan di shelter isoter Gemawang telah ditarik.

“Gemawang ditarik dan kembali di wilayah kerja masing-masing. Tapi intinya tetap standby,” ujarnya. (dwi)

Jogja Raya