RADAR JOGJA – Satu poin berharga berhasil diamankan PSIM Jogja saat menjamu Persis Solo di Manahan dalam lanjutan Liga 2 2021, tadi malam (12/10). Laga yang berjalan cukup seru itu berakhir imbang 0-0.

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara melakukan beberapa perubahan menghadapi laga ini. Junaidi yang biasa jadi kiper utama dicadangkan. Sebagai gantinya masuk kiper senior, Imam Arief Fadillah. Sunni Hizbullah yang biasa tampil sejak awal juga untuk sementara diparkir dan digantikan Jody Kustiawan.
Di lini tengah juga demikian, Yoga Pratama diparkir untuk sementara. Sementara Sugeng Effendi bermain sejak awal laga. Sugeng melengkapi lima gelandang yang dipasang Seto pada laga ini.

Di babak pertama, strategi Seto cukup berhasil. Rapatnya lini tengah dan belakang PSIM sempat membuat para pemain Persis Solo kebingungan. Sesekali Imam Witoyo dan Hendika Arga Permana juga bisa melepaskan tembakan yang membuat Wahyu Tri Nugroho deg-degan. Hingga babak pertama usai, tak ada gol yang tercipta.

Di babak kedua, Persis tampil lebih agresif. Di awal-awal babak kedua, Beto Goncalves sempat mengancam gawang Laskar Mataram. Demikian pula dengan Miftahul Hamdi. Tembakannnya membuat Jody Kustiawan harus melakukan penyelamatan di depan gawang.
Pada menit ke-76, Imam Arif Fadillah patut mendapatkan pujian lebih. Ia berada pada posisi yang tepat untuk menahan tembakan jarak dekat Beto Goncalves.

Hingga akhir laga skor kacamata tidak berubah. Hasil ini membuat PSIM masih ada di posisi lima klasemen sementara grup C dengan dua poin. Sementara Persis dengan lima poin, ada di posisi dua klasemen sementara.
Seto menyebut hasil dari pertandingan ini masih kurang maksimal. Sejak awal ia dan para penggawa PSIM sebenarnya mengincar tiga poin di Manahan.

Namun, pelatih berusia 46 tahun itu tetap bersyukur dengan satu poin yang didapat. “Dari hasil tidak maksimal. Di babak pertama maupun babak kedua, pemain masih ada beban, tapi satu poin ini kami syukuri,” katanya.
Jody Kustiawan menyebut laga ini bisa jadi titik balik bagi PSIM. Ia percaya diri ke depan Laskar Mataram bisa tampil apik dan segera meraih kemenangan perdana di Liga 2 musim ini.

“Memang malam ini bukan hasil yang luar biasa, karena kita sudah kehilangan banyak poin. Kami sebenarnya ingin ambil tiga poin di Manahan, tapi ini awal kebangkitan kita, semangat mulai timbul,” tegas sosok yang sempat bermain untuk Persis ini.

Sementara itu kiper Persis Wahyu Tri Nugroho memilih segera melupakan laga ini. Kiper senior itu mengajak para penggawa Laskar Sambernyawa yang lain untuk fokus menatap laga-laga ke depan. “Kami harus cepat move on untuk pertandingan berikutnya. Kami punya target tinggi di Liga 2 musim ini,” jelasnya. (kur/laz)

Jogja Raya