RADAR JOGJA – Kepala Staklim BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas memprediksi awal musim penghujan terjadi antara pertengahan hingga akhir Oktober 2021. Untuk saat ini, Jogjakarta masih memasuki fase pancaroba. Hujan terjadi dalam fase peralihan musim, namun tak merata dan berintensitas rendah.

Reni memaparkan pancaroba sudah terdeteksi sejak medio September 2021. Terlihat dari munculnya tutupan awan hujan di beberapa titik. Sementara untuk puncak musim hujan diprediksi terjadi pada awal 2022.

“Sepertinya tidak mundur karena fase-fase peralihan sudah terjadi. Kalau puncak musim penghujan di bulan Januari 2022,” jelasnya ditemui di Kantor Staklim BMKG Jogjakarta, Rabu (13/10).

Walau begitu Reni mengingatkan potensi cuaca ekstrem justru terjadi saat fase pancaroba. Berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir. Tingginya intensitas hujan juga berpotensi memunculkan genangan air di beberapa titik.

Kondisi terekstrem atas fenomena ini adalah munculnya hujan es. Reni menuturkan fenomena ini tak bisa terprediksi. Hanya saja kerap bertepatan dengan hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

“”Pada masa pancaroba akumulasi curah hujannya tinggi potensi terjadinya cuaca ekstrem biasanya lebih sering dibandingkan pada saat awal memasuki awal musim penghujan,” katanya.

Reni juga memaparkan potensi munculnya La Nina. Tepatnya pada akhir 2021 dan awal 2022 atau mendekatui puncak musim penghujan. Fenomena alam ini menyebabkan intensitas curah hujan lebih tinggi.

“Untuk saat ini memang kondisi iklimnya netral namun sampai akhir tahun dan awal tahun depan nanti kemungkinan ada fenomena La Nina tapi masih di kategori lemah,” ujarnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pertaniann setempat. Kaitannya adalah musim tanam yang tepat bagi para petani. Perhitungan cuaca ini untuk menghindari gagal tanam dan panen.

Pada akhir Oktober Staklim BMKG mengimbau untuk memulai musim tanam. Bertepatan dengan masuknya awal musim penghujan. Petani, lanjutnya, bisa memulai untuk menanam padi di sawah. Begitupula tanaman yang membutuhkan suplai air.

“Tapi memang menanam padi untuk masing-masing wilayah biasanya berbeda-beda. Perlu disesuaikan untuk masuk start awal lebih baik daripada mundur. Agar tak gagal tanam dan panen. Untuk musim penghujan prediksinya di November 2021 sampai Juli 2022,” katanya. (dwi/ila)

Jogja Raya