RADAR JOGJA – Pemprov DIJ masih berupaya mengajukan tambahan destinasi wisata ke pemerintah pusat. Tujuannya agar menambah lokasi baru yang bisa beroperasional selama pandemi Covid-19. Sehingga tidak terjadi penumpukan di 7 destinasi wisata.

DIketahui saat ini baru 7 destinasi wisata di Jogjakarta yang resmin operasional. Kondisi ini tentu berdampak pada penumpukan wisatawan. Adapula fenomena curi-curi kesempatan untuk berkunjung ke destinasi wisata non CHSE dan Aplikasi Peduli Lindungi.

“Harapannya ijin wisata juga terbit agar bisa menyebarkan orang (wisatawab). Kalau di 7 tempat jadinya uwel-uwelan (menumpuk). Prokesnya jadi enggak jalan,” jelas Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji, Rabu (13/10).

Permohonan ini juga mengantisipasi lonjakan wisatawan saat akhir pekan. Mantan Kepala Disdikpora DIJ ini tak menampik Jogjakarta telah menjadi buruan wisatawan. Terutama sejumlah destinasi wisata pantai di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.

Aji memaparkan hasil pantauan di lokasi-lokasi wisata tersebut. Berdasarkan data konsumsi bahan bakan minyak (BBM) terjadi peningkatan. Terutama pembelian solar oleh bus-bus angkutan wisata.

“Sampai SPBU banyak yang kaget, persedian BBM tak cukup, karena pendatang sangat banyak. Terutama jalur masuk ke pariwisat di Kulonpropgo, Bantul dan Gunungkidul. Banyak SPBU yang kehabisan solar,” katanya.

Dalam jangka panjang, jajarannya juga mengantisipasi munculnya gelombang ketiga. Prediksinya titik kemunculan dari libur Natal dan Tahun Baru. Apabila kunjungan wisatawan tak terkendali maka berpotensi menjadi episentrum penularan Covid-19.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Termasuk menjalankan skema penggeseran hari libur. Tujuannya agar tak tejadi masa libur yang panjang. Khususnya pada tanggal yang terjepit hari libur.

“Kami juga menyiapkan penjagaan dan pengalihan arus lalulintas. Lalu operasi oleh Satpol PP untuk bubarkan kerumunan dan penegakan prokes. Juga imbau kepada para pelaku wisata agar bisa menjaga ketertiban,” ujarnya. (Dwi)

Jogja Raya