RADAR JOGJA – Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) bersiap memanggil Aiptu Y Tomi Astanto dan istrinya, RA Maria Shinta Resmi untuk hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus sate sianida dengan terdakwa Nani Aprilliani Nurjaman alias Tika. Ini setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bantul memutuskan melanjutkan persidangan untuk memeriksa para saksi secara langsung.

Kasi Pidum Kasi Pidum Kejari Bantul Sulisyadi menegaskan, pihaknya akan memanggil Aiptu Tomi dan Shinta untuk hadir secara langsung dalam persidangan kasus yang telah merenggut nyawa Naba Faiz Prasetya. “Tomi dan istri akan tetap dipanggil, karena dia (nama Aiptu Tomi dan Shinta, Red) dalam berita acara pemeriksaan (BAP) ada,” ujarnya dihubungi Radar Jogja kemarin (11/10).

Kejari pun berencana berkirim surat ke kepolisian, kaitannya dengan pemanggilan Aiptu Tomi dan Shinta. “Saya memanggil dengan bersurat lewat atasan Tomi. Kalau sudah bersurat secara resmi, kita lihat saja. Kalau resmi dan sudah masuk ke instansinya harusnya direspons. Nanti tunggu agendanya saja,” ucapnya.

Selanjutnya dibeberkan, Kejari selaku penuntut umum dalam kasus sate sianida akan memanggil sekitar 15-16 orang. Terdiri atas ahli dan saksi untuk memberikan keterangannya di muka pengadilan. “Sidang maraton, tapi kami belum koordinasi (dengan PN Bantul, Red). Adakah jumlah pembatasan dalam sekali sidang,” sebutnya.

Sebelumnya, dalam persidangan keempat kasus sate sianida, Ketua Majelis Hakim Aminnudin menolak nota keberatan atau eksepsi tim penasihat hukum terdakwa Nani Aprilliani Nurjaman. Kemudian menyatakan PN Bantul berwenang mengadili perkara pidana No 224/Pid.B/2021/PN Btl. Serta menyatakan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) sah menurut hukum karena sudah sesuai Pasal 123 ayat 2 KUHAP. “Empat, memerintahkan JPU melanjutkan pemeriksaan perkara pidana No No 224/Pid.B/2021/PN Btl,” tegasnya.

Setelah itu, pria yang juga menjabat ketua PN Bantul ini memerintahkan JPU menghadapkan terdakwa secara daring dan rutin pada persidangan berikutnya. Di mana agenda sidang selanjutnya dilakukan dua kali seminggu.

“Enam, menetapkan biaya yang timbul dalam putusan sela ini akan dilakukan bersama-sama dengan biaya pokok perkara. Demikian putusan sela ini diputuskan. Dan, putusan sela ini tidak mengakhiri perkara,” tuturnya.
Kemudian ditambahkan, JPU diminta menghadirkan semua saksi secara langsung ke meja hijau dalam persidangan selanjutnya, Senin (18/10).

“Penuntut umum keberatan dalam menghadirkan langsung Nani. Tapi para saksi (akan diperiksa langsung di PN Bantul, Red) di sini,” perintahnya.
R Anwar Ary Widodo, kuasa hukum Nani tidak mempermasalahkan kliennya menyaksikan pemeriksaan saksi secara daring. Namun Ary berharap semua saksi hadir. Di samping timnya yang juga mempersiapkan saksi dan ahli untuk meringankan Nani. “Pasti akan kami hadirkan saksi yang meringankan terdakwa. Rencana ada lima orang,” ungkapnya.

Terkait keputusan majelis hakim yang menolah eksepsi yang diajukannya, Ary mengaku menerima. Selanjutnya dia dan timnya menyiapkan pledoi. “Apapun itu kami terima dan kami sampaikan dalam pledoi. Bahkan yang belum terungkap akan kami sampaikan saat pledoi,” tandasnya. (fat/laz)

Jogja Raya