RADAR JOGJA – Hingga hari ke-10 Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, kontingen DIJ masih belum beranjak dari posisi tengah tabel klasemen sementara. Mereka total mengemas enam emas, 10 perak, dan 15 perunggu. Kemarin (11/10) DIJ hanya mampu menambah dua medali perunggu lewat cabang olahraga (cabor) tarung derajat dan bola voli pasir.

Bertanding di GOR Eme Neme Yauware, Mimika, langkah petarung DIJ Wilibrodus Rahayan terhenti di babak semifinal. Wili turun di kelas 70-75 kilogram (kg) dikalahkan wakil Papua Robertus Asso. Atas hasil ini Wili meraih medali perunggu bersama dengan atlet Nusa Tenggara Barat (NTB) Dedi Iswari. Sementara medali emas di kelas ini akan diperebutkan dalam duel final antara Robertus Asso melawan Kandar Hasan asal Aceh, hari ini (12/10).

Pelatih Tarung Derajat DIJ Dedih Kusnadi mengatakan, pertarungan kemarin berjalan cukup sengit dan berimbang. Kedua petarung sama-sama tampil ngotot dan banyak mengandalkan tendangan untuk mengumpulkan poin. “Sama kuatnya dan luar biasa kedua petarung ini. Akhir di ronde ketiga dengan penilaian juri-juri sangat ketat. Dan, akhirnya dimenangkan petarung tuan rumah,” katanya kepada Radar Jogja kemarin.

Meski belum mampu mempersembahkan emas, Dedih sangat mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Apalagi ini merupakan PON pertama bagi Wili. “Evaluasi mungkin hanya ke mental saja. Teknik sudah bagus karena Wili baru pertama injak matras di PON Papua ini,” ujarnya.

Sementara itu dari cabor bola voli pasir perunggu berhasil disumbangkan pasangan DIJ 2 atas nama Imtaq dan Ilham Akbar. Di perebutan tempat ketiga itu, mereka menang 2-0 kontra rekan se daerahnya DIJ 1 Afta Arya Widura dan Gilang Ramadan di Lapangan Bola Voli Pasir, Koya Koso, Kota Jayapura. (ard/laz)

Jogja Raya