RADAR JOGJA – Awalnya enggan divaksin, para pedagang pasar tradisional di Jogja dan Sleman sambut antusias vaksinasi massal di Auditorium LPP RRI, Demangan Jogja. Salah satu sasaran vaksinasi tersebut adalah pedagang di Pasar Demangan.

Seorang pedagang di Pasar Demangan Isti mengatakan, sebagian besar pedagang di sana sudahd divaksin. Hanya, tinggal beberapa orang saja yang belum tervaksin. Ini karena ada diantara pedagang yang kondisi badannya kurang sehat atau karena belum sempat. “Sepertinya sebagian besar sudah semua divajsin tapi tinggal beberapa pedagang saja yang belum. Mungkin dulu karena nggak sempat atau baru kurang sehat,” katanya, Minggu (10/10).

Sementara, pedagang pasar tradisional di Sleman, Sri Sudiharsini mengatakan awalnya enggan untuk divaksin. Selain karena takut dengan jarum suntik. Juga, banyak termakan informasi yang beredar terutama terkait vaksinasi yang tidak efektif, dan memiliki efek samping. “Saya itu sebenarnya takut divaksin, selain takut jarum juga karena banyak informasi-informasi yang beredar jadi takut,” katanya.

Sri menjelaskan setelah diyakinkan anaknya maupun ada kesempatan vaksin dengan lokasi yang tak jauh dengan pasar akhirnya turut serta divaksin. Sehingga tidak perlu jauh-jauh atau harus meninggalkan lapaknya terlalu lama. “Bahkan ini saya ngajak satu keluarga sama suami, menantu sama teman-teman yang dipasar,” ujarnya.

Kepala LPP RRI Jogjakarta, Danang Prabowo mengatakan sebanyak 400 dosis vaksin disiapkan untuk memvaksin masyarakat umum dan pedagang di tiga pasar tradisional yakni Pasar Demangan, Colombo, dan Condong Catur. Ternyata, menurut laporannya tidak sedikit pedagang pasar yang belum tervaksin. “Kami tidak membatasi warga Jogja tapi semua masyarakat di Jogjakarta yang belum vaksin kami persilahkan,” katanya.

Vaksinasi massal ini menjadi dukungan LPP RRI kepada pemerintah khususnya dalam mendukung percepatan proses vaksinasi dan membentuk kekebalan komunal. Pun, termasuk untuk mendorong para pedagang agar mau divaksin. Sebab, diketahuinya selana ini pedagang pasar tidak sedikit yang masih enggan divaksin karena beberapa faktor. Antara lain, pengaruh informasi tidak jelas, tidak ingin meninggalkan lapaknya terlalu lama, atau rata-rata tempat vaksinasi jauh dari tempat pasar mereka berdagang. Disisi lain mereka orang rentan terhadap paparan Covid-19 karena memiliki interaksi tinggi bertemu dengan orang banyak. “Kami berada di tempat strategis dekat dengan tiga pasar itu, maka kami ambil alih untuk layani mereka,” ujarnya. (wia/pra)

Jogja Raya