RADAR JOGJA – Dua medali emas sekaligus didapat kontingen DIJ di hari ketujuh pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Dua tambahan emas itu dipersembahkan oleh dua cabang olahraga (cabor); catur dan biliar.

Sekeping medali emas dari catur disumbangkan pecatur andalan DIJ Muhammad Kahfi Maulana di nomor catur cepat. Pada partai puncak atau pada babak ke-9 kemarin (8/10) Kahfi mengumpulkan total 2363 poin. Posisi kedua ditempati atlet asal Bali NM Octo Dami dengan 2193 angka. Kemudian peringkat ketiga ada IM Yoseph Theolifus mengemas 2434.

Pelatih Catur DIJ Bima Triardi sangat puas dan bersyukur karena catur turut menyumbangkan emas bagi kontingen DIJ. Bima juga berterimakasih kepada seluruh masyarakat Jogjakarta yang sudah mendoakan dan mendukung sampai sejauh ini. “Alhamdulillah. Terima kasih juga untuk seluruh pengurus KONI DIJ, Pengda Percasi, teman-teman pecatur yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap Kahfi,” ujarnya kepada Radar Jogja kemarin (8/10).

Dikatakan Bima, hasil tersebut didapat dengan perjuangan yang sangat berat. Sehingga ia pun cukup lega karena target emas yang dibebankan KONI DIJ terpenuhi. Yang pasti, raihan Kahfi di PON kali ini sangat membanggakan. Sebab, sebelumnya pecatur asal Sleman itu berhasil menyabet medali perunggu di nomor catur kilat.

Hari ini, Kahfi masih akan melanjutkan perjuangannya di nomor catur standar. “Semoga dengan sisa-sisa tenaga Kahfi ini masih bisa untuk mengambil emas itu. Sekali lagi mohon dukungannya agar Kahfi bisa diberikan kemudahan dan kelancaran,” papar Bima.

Kahfi tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Terlebih ini merupakan kali pertama ia mendapat medali di multievent empat tahunan itu. “Alhamdulillah senang banget karena perjuangan terbayarkan. PON 2016 dulu sudah ikut, tapi nggak dapat medali sama sekali,” katanya.
Kahfi menyebut pertandingan kemarin berjalan sangat lancar. Bahkan sebelum babak terakhir dimulai, pemenang di nomor ini sudah diketahui. “Tapi kalau lawan berat dari Papua dan Jawa Barat, Yoseph dan Arif,” bebernya.

Sementara itu, dari klaster Mimika emas dipersembahkan oleh pebiliar Gebby Adi Wibawa P di nomor snooker single. Pada partai final, atlet 28 tahun itu mengungguli Chandra Wijaya asal Sumatera Utara dengan skor 3-1.
Pelatih biliar DIJ Adib Daoudy mengapresiasi perjuangan Gebby di PON XX. Dia memuji anak asuhnya yang bermain sangat bagus hingga partai puncak kemarin. “Dia bermain sesuai yang dia latih selama ini. Dia keluarkan semua kemampuan saat final,” ungkapnya.

Adib menyebut, Gebby sangat menguasai permainan dari awal sampai babak akhir. Meski ada sedikit kesalahan-kesalahan yang bikin lawan menyamakan skor 1-1. Namun, setelah itu ia dengan cepat memperbaiki dan mengendalikan permainan.

“Dia sangat all out dengan kemampuan yang dipunyai. Dengan emas ini, saya melunasi utangku sama KONI DIJ karena memang ditarget emas,” tandasnya.

Dengan tambahan dua emas ini, DIJ melesat ke posisi 14 klasemen sementara. Total mengemas lima emas, enam perak, dan 12 perunggu. (ard/laz)

Jogja Raya