RADAR JOGJA – Antusias masyarakat sangat tinggi untuk mencetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) melalui layanan drive thru di Kantor Kemantren Kotagede, kemarin (7/10). Ini merupakan salah satu inovasi yang dihadirkan menyambut HUT ke-265 Kota Jogja bertajuk ‘Tumandang’ Kanggo Bahagiake Warga Kota.

Pantauan Radar Jogja, sebelum layanan dibuka pukul 09.00 antrean masyarakat di atas kendaraannya mengular sampai luar halaman Kantor Kemantren sejak pukul 08.00. Masyarakat yang memanfaatkan layanan itu tidak hanya warga Kotagede melainkan warga se Kota Jogja.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, sebagaimana HUT kota ke-265 tahun merupakan peringatan ulang tahun untuk seluruh warga kota. Pemkot berupaya terus meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat secara mudah, biaya rendah maupun tanpa berbiaya. “Melalui Dindukcapil kami meluncurkan produk drive thru e-KTP elektronik dengan sebutan ‘Tumandang’. Artinya tumpaki motore andang dadi e-KTPe,” kata HS saat meninjau layanan drive thru e-KTP di Kantor Kemantren Kotagede.

HS menjelaskan meskipun pelayanan tersebut dipusatkan di Kantor Kemantren Kotagede namun tidak serta merta sasaran layanan khusus untuk warga setempat saja. Sasaran daripada mobil drive thru tersebut untuk seluruh warga Kota Jogja. Pelayanan ini sejalan dengan tema HUT kota yaitu tanggap, tangguh, tuwuh. “Ini bagian dari tanggap kebutuhan masyarakat, daripada ke Balai Kota ya kita tanggap kita mudahkan layanan seperti ini. Ini baru satu mobil kita kelilingkan ke beberapa kecamatan,” ujarnya.

Namun demikian, Pemkot akan menambah unit mobil layanannya jika antusiasme masyarakat semakin tinggi dengan pelayanan drive thru tersebut. Sehingga pada saat bersamaan di beberapa kemantren tersedia mobil tersebut dan membuka layanan drive thru. Tetapi, sejatinya ini hanyalah layanan jemput bola. Masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan bisa langsung di Mal Pelayanan Publik (MPP) kompleks Balai Kota. “Toh nggak kesini ke kantor Dindukcapil di Balai Kota juga bisa. (Layanan) eKTP bukan hanya di mobil ini, di MPP kita juga ada. Tapi hakekatnya ini adalah memudahkan masyarakat tanpa harus datang ke Balai Kota,” jelasnya.

Sementara, PLT Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Jogja, Septi Sri Rejeki mengatakan melalui inovasi drive thru e-KTP ‘Tumandang’ maka masyarakat tidak perlu turun dari kendaraan bermotor untuk mengurus adminduk. Layanan ini untuk pembaharuan eKTP hilang dan rusak. Tetapi, sekaligus juga dibuka layanan perekaman di sana.

“Kalau yang saya tahu baru ini di DIJ, diatas motor sudah dapat KTP, jadi ini yang pertama. Ini benar-benar untuk kado masyarakat dihari ulangtahunnya, makanya dinamakan tumandang,” katanya.

Selain di Kotagede, mobil layanan itu akan berkeliling ke kemantren lain seperti Mergangsan, Jetis, dan Wirobrajan. Lokasi dipilihnya kemantren tersebut dengan pertimbangan halaman yang luas sehingga tidak mengganggu atau menghambat kelancaran lalu lintas. Meski begitu, semua warga kota bisa mengaksesnya. “Kebanyakan warga mengurus KTP rusak ada yang sampai dikantongi plastik. Itu menunjukkan bahwa KTP itu dokumen sangat penting dan tiap hari digunakan,” ujarnya.

Sepanjang Oktober mobil melayani di Kemantren Kotagede setiap hari Kamis. Tidak ada kuota dalam sehari yang penting layanan dibuka dari jam 09.00-12.30. Selanjutnya, jadwal akan dibuat untuk menjangkau kemantren lain. Tidak hanya mencetak KTP-el saja, ada layanan perekaman juga dilokasi dengan jadwal yang sama. “Kalau untuk cetak KTP-el hanya butuh lima menit kalau lancar koneksi langsung jadi bisa dibawa. Kalau jaringan tertunda bisa diambil besoknya di kantor kami,”jabarnya.

Pihaknya juga membuka layanan adminduk di MPP Kompleks Balai Kota Timoho. Baik layanan perekaman eKTP, KIA, maupun pindah datang penduduk serta legalisir.

Salah satu warga Gedongkuning, Hardipa menyambut baik inovasi layanan Dindukcapil tersebut. Ia berharap informasi-informasi layanan terbaru bisa disebar secara luas ke masyarakat. Dengan layanan tersebut, diklaim lebih cepat dan tidak perlu menunggu terlalu lama. “Tadi saya ke Balai Kota diarahin kesini, belum tahu layanan ini. Sangat membantu sih, sebenarnya lebih cepat ini. Tapi lebih baik disosialisasikan sebelumnya karena banyak yang masih belum tahu juga,” katanya yang mengurus eKTP rusak. (wia/pra)

Jogja Raya