RADAR JOGJA – Pundi medali emas kontingen Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) bertambah. Kali ini melalui cabang olahraga (cabor) menembak. Bertanding di Lapangan Tembak Silas Papare, Kabupaten Jayapura, kemarin (7/10), atlet menembak andalan DIJ Hans Christian Pratama Tioparta Simanihuruk sukses menyumbangkan medali emas di nomor tembak reaksi.

Podium pertama ditempati Hans setelah mengumpulkan 569,5387 poin. Atlet 30 tahun itu mengungguli pesaing kuat asal DKI Jakarta VIncentius Djajadiningrat yang meraih 565,9296 poin. Sedangkan perunggu didapat Andrian asal Kalimantan Barat dengan mengemas 487,0085 poin.

Ditemui usai bertanding, Hans senang sekaligus lega karena target satu emas terpenuhi. Padahal, ia mengaku PON kali ini bukan penampilan terbaiknya. Namun, dengan kondisi iklim dan cuaca di Jayapura, Hans menyebut penampilannya sudah cukup maksimal. “Sangat bersyukur dan terharu. Bukan hanya karena pelaksanaan sudah selesai tapi kami dapat meraih emas,” kata Hans kepada Radar Jogja kemarin (7/10).

Alumnus Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY) itu berujar hasil kemarin tak lepas dari persiapan yang dilakukan sejak awal 2020 lalu. Bahkan, ditengah pandemi Covid-19 latihan intens tetap dilakoni tim menembak DIJ. “Latihan kami bagi porsi antara fisik dan teknik. Tapi tidak dibikin monoton agar tetap bisa enjoy sampai hari H pelaksanaan,” ujarnya.

Atas raihan tersebut, Hans berterimakasih kepada seluruh masyarakat Jogjakarta yang sudah mendukung dan mendoakan selama berjuang di PON XX. Secara khusus medali emas ia persembahkan kepada istri dan anak. Juga KONI DIJ serta Perbakin DIJ. “Pokoknya kepada semua teman-teman yang sudah memberikan support dan doa selama ini. Saya selalu membawa serta doa baik semuanya di Papua ini,” paparnya.

Yang pasti, Hans tak mau berpuas diri. Ia akan tetap berlatih keras. Mempersembahkan prestasi untuk DIJ di event-event yang akan diikuti. Di sisi lain, atlet peraih medali di PON nantinya bakal mendapat reward atau hadiah dari Pemprov DIJ. Soal itu, Hans punya pandangan lain. “Untuk bonus itu sebenarnya hanya tambahan saja tujuan saya mengabdi ke DIJ dan Perbakin DIJ yang telah membentuk saya sampai saat ini, kalaupun ada bonus uang akan saya pakai dengan sebaik-baiknya,” paparnya.

Pelatih menembak DIJ Sofan Hadi puas atas raihan anak asuhnya. Ia berujar, Hans tampil sangat baik dan tanpa beban. “Dia praktekkan yang sudah kita latih nggak ada lebih dan nggak ada kurang. Masalah hasil kan namanya pertandingan tetep berusaha dan alhamdulillah bisa tunjukkan performa bagus,” paparnya.

Sofan bahkan menilai di state terakhir dan pertandingan kemarin penampilan Hans naik signifikan. Plus kepercayaan diri Bapak satu anak itu di arena tanding terlihat sangat meningkat. Total DIJ untuk kemarin, menambah dua medali. Selain emas dari menembak, satu perunggu dipersembahkan tim panjat tebing di nomor speed relay beregu putri. (ard/pra)

Jogja Raya