RADAR JOGJA- Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta, Hotman mengatakan, keberhasilan program-program Kesejahteraan Sosial harus didukung oleh kualitas dan kuantitas Sumber Daya Kesejahteraan Sosial yang memadai.

“Sumber Daya Manusia (SDM) Kesejahteraan Sosial pemerintah harus memahami dasar Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial serta mampu menerapkannya dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial di wilayah kerja masing-masing,“ ucap Hotman saat membuka Pelatihan Dasar Pekerjaan Sosial Tahun 2021.

Hotman menjelaskan menurut Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2017 yang dimaksud dengan SDM Kesejahteraan Sosial  adalah  Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS), Pekerja Sosial, Relawan Sosial dan Penyuluh Sosial,” jelas Hotman.

Rasio antara jumlah Pekerja Sosial Profesional tidak sebanding dengan permasalahan sosial yang terus berkembang dan semakin kompleks saat ini.  Sebanyak 3000 orang Pekerja Sosial tersebar di Pemerintah Daerah serta Rumah Sakit seluruh Indonesia, 550 orang diantaranya berada di Kementerian Sosial RI dan belum semuanya memiliki latar belakang keilmuan kesejahteraan sosial atau pekerja sosial.

BBPPKS Yogyakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial yang bertugas  meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para SDM Kesos mencoba menjawab tantangan yang ada dengan menyelenggarakan Pelatihan Dasar Pekerjaan Sosial (PDPS) bagi ASN yang berlatarbelakang pendidikan bukan pekerja sosial atau kesejahteraan sosial yang dapat menunjang tugas-tugas di instansi masing-masing. Informasi lebih lanjut mengenai BBPPKS Yogyakarta dapat dilihat melalui website https://bbppksjogja.kemensos.go.id, dan media sosial Instagram .

Peserta merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang kesejahteraan sosial yang berasal dari 6 Provinsi di wilayah kerja BBPPKS Yogyakarta yaitu Provinsi DIJ, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 90 orang yang terbagi ke dalam tiga angkatan, yakni angkatan 1, 2 dan 3.

Pelaksanaan pelatihan di tengah pandemi Covid-19 dilaksanakan secara online atau dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan Learning Manajemen System (LMS) yang merupakan aplikasi e-learning yang dikembangkan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos RI.

Peserta Pelatihan dapat mengakses modul online dan mengikuti tatap muka secara virtual dengan para fasilitator dan narasumber. Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap yakni asinkronus (belajar mandiri) dan Sinkronus (tatap muka online).

“Saya berharap saudara sekalian dapat mengikuti dan aktif berpartisipasi selama proses pembelajaran, dan melalui diklat ini dapat menambah wawasan dan keterampilan yang memudahkan bagi peserta untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi yang harus dilakukan sebagai SDM ASN di bidang kesejahteraan sosial yang profesional, handal dan berintegritas,” ujar Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta, Hotman. (*/sky)

Jogja Raya