RADAR JOGJA – Sore kemarin (5/10) sejatinya jadi hari penentuan bagi Pelatih PSS Sleman Dejan Antonic. Namun, manajemen Super Elja -julukan PSS Sleman- urung mengambil keputusan.

Sebab, sang Direktur Utama Marco Gracia Paulo disebut mengalami serangan jantung. Marco mengalami serangan jantung saat menemui perwakilan suporter PSS yang menyusul ke Bandung pada Minggu (3/10) dini hari lalu.
Kepala Departemen Medis PSS Sleman Elwizan Aminuddin mengatakan, saat bertemu dengan Sleman Fans, kondisi Marco memang sedang tidak fit. Tapi saat itu ia tetap memaksakan diri untuk tetap menemui suporter.

Menurut Amin, saat pertemuan berlangsung, eks bos Badak Lampung itu mencoba untuk bertahan dengan kondisinya itu. Hingga akhirnya jatuh dan pingsan, lalu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS terdekat.

Saat ini Marco masih harus menjalani rawat inap di Bandung. Menurut Amin, kondisi Marco masih belum stabil. “Masih perlu observasi lanjutan karena kondisi beliau yang masih belum stabil. Naik turun khususnya di bagian jantung. Itu membutuhkan penanganan intensif lebih lanjut,” katanya.
Dalam pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) diketahui, Marco memang terkena serangan jantung. Menurut Amin, ini sudah kali ketiga dia mengalami serangan jantung. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan foto thorax, lab, dan diberikan oksigen tambahan karena Marco kesulitan bernafas.

“Hasil saturasi oksigen rendah. Hasil pemeriksaan lab dan gula dalam tubuh rendah yaitu 70 mg/dl. Sangat rendah untuk ukuran orang normal. Untuk melakukan aktivitas ringan pun ada risiko pingsan, karena tak bertenaga,” tandas Amin.

Sementara itu, salah satu kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) melalui kanal media sosial mengungkapkan, sejauh ini masih belum ada kabar terbaru mengenai tuntutan yang mereka bawa ke Bandung beberapa hari lalu. Termasuk soal tuntutan yang paling digaungkan yakni pemberhentian Dejan Antonic.

Untuk itu BCS menyatakan kemarin (5/10) siang beberapa perwakilan mereka sudah berangkat ke Jakarta. Tujuannya untuk bertemu langsung dengan pemegang saham PSS. “Untuk menindaklanjuti perjanjian Bandung (3/10) yang hingga detik ini tidak ada kejelasan. Hari ini perwakilan kami berangkat ke Jakarta, bertemu langsung dengan pemegang saham,” jelas keterangan BCS di kanal medsos mereka.

Masalah PSS Sleman tampaknya belum akan habis. Baru-baru ini mereka terancam ditinggal salah satu bintangnya. Irfan Bachdim disebut-sebut sudah mengundurkan diri dari PSS.

Indikasi itu semakin kuat setelah PSS merilis video yang berisi hampir seluruh pemain, kecuali Bachdim. Dalam video itu para pemain meminta suporter untuk terus percaya kepada PSS, seperti para pemain mempercayai manajemen, pelatih maupun ofisial. (kur/laz)

Jogja Raya