RADAR JOGJA – Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi Covid-19 DIJ Sumadi menuturkan capaian vaksin telah mencapai 83,45 persen. Dari target 2.879.699 warga, sebanyak 2.403.109 warga telah tervaksin Covid-19. Pihaknya menargetkan medio November 2021 bisa tercapai 100 persen untuk dosis pertama.

Untuk dosis kedua telah mencapai 50,51 persen. Setidaknya per 4 Oktober 2021 telah mencapai 1.454.396 warga. Tertinggi Kota Jogja dengan hasil rata-rata mencapai 100 persen.

“Targetnya November rampung untuk dosis pertama. Kalau untuk dosis kedua menyesuaikan sesuai interval waktu setelah vaksin pertama,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (4/10).

Pria yang juga menjabat Asisten I Sekprov Pemprov DIJ ini menuturkan akan ada tambahan target. Menyasar pelajar dan mahasiswa dari luar Jogjakarta. Perkiraan sementara jumlah tersebut mencapai kisaran 275 ribu jiwa.

Atas tambahan ini, Pemprov DIJ, lanjutnya, telah mengajukan tambahan vaksin Covid-19. Untuk kemudian disuntikan kepada pelajar dan mahasiswa luar daerah yang mengenyam pendidikan di Jogjakarta. Khususnya yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

“Target capaian November itu sudah sama pelajar dan mahasiswa. Kalau ditotal ya sekitar 3 juta,” katanya.

Terkait jumlah permintaan vaksin tambahan masih fluktuatif. Artinya untuk data masih menggunakan jumlah pelajar dan mahasiswa luar daerah di Jogjakarta. Sehingga besar kemungkinan jumlah akan berubah.

Sumadi menuturkan Pemprov DIJ turut menggandeng civitas kampus. Baik dari perguruan tinggi maupun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara. Guna melakukan pendataan secara akurat.

“Semoga sudah divaksin di daerah asalnya. Untuk data pasti tidak bisa. Minta perguruan tinggi untuk cek. Kami juga minta tolong BEM Nusantara agar dibantu,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan Pemprov DIJ menarget pelajar dan mahasiswa luar daerah. Tujuannya agar pelaksanaan pembelajaran maupun perkuliahan tatap muka lebih aman. Khususnya agar tak muncul klaster Covid-19 dari sektor pendidikan.

Upaya vaksinasi sudah diawali di UNY, Sabtu (2/10). Saat itu vaksinasi Covid-19 menyasar sekitar 4.000 penerima. Didominasi oleh mahasiswa dari luar Jogjakarta.

“Pak Gubernur (HB X) sudah dawuh ke pimpinan perguruan tinggi untuk didata mahasiswanya yang belum vaksin di daerahnya. Jadi memang jadi syarat wajib kuliah tatap muka, paling tidak dosis pertama,” katanya. (dwi)

Jogja Raya