RADAR JOGJA – Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji memastikan, jumlah destinasi wisata di Jogjakarta yang beroperasional saat ini masih 7 destinasi wisata. Uji coba di ketujuh lokasi menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Selain itu tersertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE).

Terkait penambahan, Aji meyakini tetap ada. Hanya saja wewenang tersebut berada di pemerintah pusat. Pihaknya hanya memberikan rekomendasi berdasarkan potensi  di setiap kabupaten dan kota.

“Untuk sementara ini masih 7 destinasi wisata. Tapi untuk destinasi lainnya masih belum. Masih menunggu keputusan pemerintah pusat juga,” jelas Kadarmanta Baskara Aji Jumat (1/10).

Aji menuturkan terkait usulan operasional destinasi wisata, Pemprov DIJ, telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Terkait munculnya wistawan di tempat wisata yang tutup. Aksi curi-curi kesempatan ini semakin marak dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini tentu berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan. Disatu sisi kunjungan tersebut juga cenderung ilegal. Ini karena tak ada pengawasan bahkan penggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

“Daripada kucing-kucingan lebih baik diberikan ijin tapi protokol dijaga betul. Daripada kucing-kucingan tanpa prokes. Penjaga datang jam 07.00 WIB, wisatawan datang jam 03.00 WIB pagi, jadi tidak bis kami kontrol,” kata Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Sebelumnya, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meminta pemerintah pusat membuka semua objek wisata. Pertimbangannya adalah aksi kucing-kucingan para wisatawan. Terutama di tempat wisata non rekomendasi Peduli Lindungi.

Kondisi ini tentu berdampak pada pengawasan. Ini karena lokasi wisata non rekomendasi tak ada penjagaan. Termasuk penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di setiap pintu masuknya.

“Tapi paling tidak objek wisata yang nantinya dibuka tetap CHSE dan pakai aplikasi Peduli Lindungi. Sudah ajukan ke Kemenparekraf,” ujarnya.

Pemprov DIJ juga mengusulkan revisi batas usia di tempat usia. Diketahui bahwa saat ini anak dibawah 12 tahun belum bisa masuk objek wisata. Berbanding terbalik dengan aturan di pusat perbelanjaan atau mal.

“Ada beberapa provinsi usulkan. Kami berharap tempat wisata khususnya dengan segmen anak-anak ada aturan khusus. Boleh masuk tapi prosedurnya sepeti apa. Misalnya orangtuanya wajib sudah vaksin,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya