RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengaku tak bisa menghalangi warga luar Jogjakarta untuk masuk ke wilayahnya. Hanya saja dia tetap mengantisipasi potensi terpapar Covid-19. Tentunya dengan mengejar capaian vaksinasi.

Atas kondisi ini, jajarannya juga tengah mengusulkan sebuah rumusan ke pemerintah pusat. Berupa dibukanya objek wisata. Tentunya dengan melengkapi diri dengan aplikasi Peduli Lindungi.

“Sehingga kemarin kami usulkan karena resikonya terlalu besar. Jadi lebih baik dibuka tapi bisa mengawasi, daripada ditutup tapi tidak bisa mengawasi. Sehingga dibuka tapi yang masuk harus sudah vaksin,” jelas  Hamengku Buwono (HB) X , ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (29/9).

Tercatat saat ini baru 7 destinasi wisata yang buka. Tersebar di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Jogja. Seluruhnya merupakan hasil penetapan oleh pemerintah pusat tepatnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sayangnya wisatawan justru curi-curi kesempatan. Dengan mengunjungi objek wisata diluar ketentuan pemerintah pusat. Kondisi ini mayoritas terjadi di kawasan wisata pantai di wilayah Gunungkidul dan Bantul.

“Pengalaman seperti ini, silakan pemerintah pusat menimbangkan dibuka atau ditutup. Kalau saya ya perlu dibuka karena dengan dibuka, ada petugas yang ikut ngawasi. Kalau ditutup kan enggak ada,,” ujar Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X.

HB X menilai skema dibukanya objek wisata akan lebih aman. Pengawasan terhadap kawasan wisata lebih terkontrol. Selain itu wisatawan juga tak perlu mencuri-curi kesempatan.

“Bisa lebih aman daripada tidak dikontrol sama sekali. Lagi enak-enaknya tidur terus bus masuk terus piye. Dengan dibuka tidak perlu  curi-curi datang jam 1 malam,” kata Hamengku Buwono (HB) X.

Dia meminta masyarakat tak terjebak eforia capaian vaksinasi. Walau Jogjakarta tergolong tinggi, namun potensi terpapar Covid-19 tetap ada. Sehingga penerapan protokol kesehatan menjadi solusi utama.

Pernyataan ini juga menanggapi massifnya wisatawan masuk ke Jogjakarta. Kondisi ini bisa terlihat saat akhir pekan. Membludaknya wisatawan terpantau terjadi di kawasan wisata pantai dan kawasan Malioboro.

“Tidak bisa apa-apa, karena tidak mungkin jalan ke Jogja kami tutup. Lebih baik ada petugas yang ikut kontrol daripada tidak sama sekali,” ujar Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X.

Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu solusi antisipasi. Tercatat saat ini capaian dosis pertama di Jogjakarta telah menyentuh 80,61 persen. Artinya dari total 2.879.699 target telah tervaksin sebanyak 2.321.200 warga.

HB X berharap capaian 100 persen bisa terwujud secepatnya. Tujuannya agar pembentukan herd imunity di lingkungan masyarakat lebih optimal. Sehingga sektor penunjang kehidupan dapat berjalan dengan normal.

“Hampir 85 persen, genjot terus pokoknya sebelum akhir tahun. Semoga sudah bisa terselesaikan, kalau tidak Januari Februari (dosis 2 rampung) tahun depan,” kata Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X .

HB X menilai aktivitas masyarakat mulai menuju ke arah normal. Ditunjukan dengan ramainya sejumlah sektor ekonomi dan pariwisata di Jogjakarta.

Dengan mengejar capaian vaksinasi 100 persen, harapannya dapat meminimalisir penularan Covid-19. Terutama untuk terpapar dengan dampak berat. Upaya vaksinasi terus berlangsung dengan jemput bola maupun massal.

“Bagaimanapun dengan masyarakat sudah seperti ini. Yo piye tempat pariwisata tutup tapi bis ada di dalam terus piye,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya