RADAR JOGJA- Ketua Komisi A DPRD DIJ dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto menuturkan masih berlaku PPKM level 3 yang membutuhkan disiplin seluruh pihak jalankan protokol kesehatan.

Langkah disiplin protokol kesehatan diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran penyakit COVID-19 dan semua bisa segera bangkit dari dampak pandemi.

“Kalau melihat tren kasus aktif, DIJ sudah landai kurva nya dari data yang ada. Alhamdulillah, ini berkat kerja bersama semua pihak dalam upaya memutus mata rantai penyebaran dengan disiplin prokes.

Dalam rangka mendukung operadi penanggulangan Covid ini, Komisi A mendukung Pemda DIJ yang alokasikan 26.1 Milyar untuk 438 kalurahan dan kelurahan berbasis jaga warga untuk bantu tabung oksigen, oksimeter, foging, APD, masker, dan juga sembako. Prinsipnya kita gotong royong basmi covid,” kata Eko Suwanto, Senin, (27/9).

Sesuai data yang dilansir oleh Germas COV DIJ hingga awal pekan ini tercatat kasus aktif DIJ ada 1.761 atau 1,14 persen. Shelter ada 49 dengan kapasitas 3.076 terisi 217 atau 7,05 persen. Kasus aktif rawat inap di RS 338, di luar RS dan shelter 1206.

Sementara untuk vaksinasi dosis 2 untuk seluruh kelompok sasaran baik tenaga kesehatan, pelayanan publik, lansia, remaja, disablitas dan umum baru mencapai 1.249.754 atau 43,40 persen dari seluruh total cakupan sasaran. Dosis 1 vaksinasi telah mencapai 79,96 persen atau 2.302.496 orang.

“Komisi A DIJ merekomendasikan agar pemda DIJ bekerja lebih keras untuk menyelesaikan seluruh target cakupan vaksinasi agar langkah pencegahan dari dampak resiko COVID-19 tercapai. Termasuk memastikan agar seluruh langkah upaya pemulihan dampak pandemi berjalan baik. Harapan kita semua, warga DIJ sehat dan selamat,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIJ dari Fraksi PDI Perjuangan. (sce/sky)

Jogja Raya