RADAR JOGJA – Tak cukup dengan penerapan ganjil genap nomor polisi kendaraan, pembatasan di Malioboro juga dilakukan saat registrasi masuk. UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya mewajibkan scan barcode untuk masuk Malioboro, mulai Jumat (24/9).

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan, simulasi dilakukan mulai menjelang akhir pekan pada Jumat (24/9), hari ini (25/9), dan besok (26/9). Pengunjung yang masuk Malioboro praktis akan dibatasi selama maksimal dua jam. “Ini untuk mengatur pergantian atau mengurai kerumunan di sana dan mencegah munculnya potensi sebaran virus korona,” katanya kepada Radar Jogja, Jumat (24/9).

Ekwanto menjelaskan simulasi registrasi masuk Malioboro wajib menggunakan barcode dilakukan selama tiga hari, Jumat (24/9) pukul 16.00-22.00, hari ini (25/9) mulai pukul 09.00-22.00, dan besok (26/9) pukul 09.00-22.00. Pengunjung yang masuk melalui pintu sirip akan dipantau lewat barcode. “Ini menggunakan barcode baru lagi namanya Sowan Jogja yang terhubung langsung ke Dinas Kebudayaan kota Jogja,” ujarnya.

Bagaimana teknis pelaksanaannya? Pengunjung masuk Malioboro harus melalui barcode atau langsung bisa menuju fitur pencarian google yang sudah dilengkapi kamera barcode. Pengunjung langsung bisa barcode melalui fitur tersebut. Atau opsi lain mencari pada laman sowanjogja.id.

Setelah berhasil memindahi barcode, akan muncul halaman website untuk mengisi nomor WhatsApp pengunjung dan mengapload foto identitas vaksinnya. Hasil foto identitas vaksin tidak boleh lebih dari 2 MB. Atau opsi lain bisa mengambil gambar identitas tersebut lebih dulu kemudian dilakukan screenshot, maka size akan terkompres lebih ringan. Sehingga memudahkan untuk memasukkan file identitas vaksin. “Nanti pengunjung baru bisa masuk. Dan maksimal waktu di dalam adalah dua jam,” jelasnya.

Pantauan Radar Jogja, penempatan scan barcode tersebut tak hanya di tiap-tiap pintu utama atau zonasi saja. Melainkan juga sepanjang pintu sirip-sirip Malioboro. Pun juga dijaga oleh personel Jogoboro.

Ekwanto menyebut ada 17 titik scan barcode tersebut yang dipasang dan dipantau. Jika tidak, atau lupa memindahi scan keluar. Maka pengunjung akan diperingatkan oleh petuga melalui pesan WhatsApp bahwa jam berkunjung sudah melebihi batas dua jam. “Peringatan maksimal dua jam. Kalau lebih dari dua jam akan ada WA dari petugas,” tandasnya.

Salah satu petugas Jogoboro, Sugiyono menambahkan untuk mengatasi adanya penumpukan pengunjung yang masuk. Antisiapsi telah disiapakan. Misalnya, dalam satu rombongan tidak diperkenankan masuk secara bersamaan. Tetapi, disarankan bergantian masuk. “Biar kita nggak kebobolan lagi, kita cukup kewalahan seperti akhir pekan lalu. Semoga dengan ini, bisa kami minimalisir penumpukan,” katanya. (wia/pra)

Jogja Raya