RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono  (HB) X akan mengevaluasi pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas ( PTMT). Kebijakan ini terlontar pasca munculnya kasus Covid-19 di SDN 1 Panggang Gunungkidul. Setidaknya saat ini ada 7 kasus dan seluruhnya siswa.

HB X memastikan keputusan ini sesuai komitmen awal. Apabila muncul kasus Covid-19, maka PTMT dihentikan sementara waktu. Tujuannya agar tak ada sebaran kasus diantara para siswa dan guru.

“Ya kan ini baru percobaan. Pasti evaluasi, otomatis, kan mungkin 2 sampai 3 kali untuk percobaan ini untuk bisa. Kami lihat lagi nanti perkembangannya,” jelas Gubernur DIJ Hamengku Buwono X  ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (24/9).

Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) DIJ, Didik Wardaya menegaskan, kasus Covid-19 hanya muncul di SDN 1 Panggang. Berdasarkan penulusuran, awal mula penularan berasal dari luar lingkungan sekolah. Hingga menularkan ke siswa dan terjadi transimisi di lingkungan sekolah.

Dari hasil penelusuran, pihak sekolah cenderung terburu-buru. Pembukaan PTMT tak diimbangi dengan capaian vaksin. Terlebih untuk usia anak SD memang belum semuanya menerima vaksin.

Kebijakan PTMT SD memang berada di tangan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota. Hanya saja tetap mengacu pada Surat Edaran (SE) Gubernur DIY Nomor 420/19096. Salah satu syaratnya adalah tingkat vaksinasi warga sekolah mencapai 80 persen.

“Yang siswa SD kan belum vaksin. Ketentuan PTM itu kan 80 persen siswa sudah divaksin. Kalau salah atau tidak lalu sanksi itu wewenangnya pemerintah daerah setempat,” kata Didik Wardaya.

Terkait penghentian PTMT di SDN 1 Panggang, dia menilai sudah tepat. Setidaknya langkah ini dapat mengantisipasi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Terutama dari siswa ke siswa dalam satu kelas.

“SD sebaiknya belum melaksanakan uji coba PTM karena saat ini vaksinasi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang berumur 12 tahun atau ke atas,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) DIJ, Didik Wardaya.

Mengacu pada SE Kepala Disdikpora Nomor 421/08622 tentang Kebijakan Uji Percontohan PTMT ada sejumlah aturan. Pada masa PPKM Level 3 ini hanya 195 SMA/SMK dan 5 SLB yang ditunjuk menyelenggarakan PTM. Sekolah-sekolah ini tersebut di wilayah Jogja.

Walau begitu ratusan sekolah ini belum menyelenggarakan PTMT. Seluruhnya masih menjalani penilaian tengah semester. Hanya 43 siswa datang ke sekolah untuk mengikuti Assessment Nasional Berbasis Komputer.

“Ratusan SMA dan SMK beserta SLB ini dinilai telah memenuhi persyaratan penyelenggaraan uji coba PTMT. Jadi sudah sesuai dalam SE Gubernur DIJ dan SE Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga,” kata Didik Wardaya. (dwi/sky)

Jogja Raya