RADAR JOGJA – Pemberlakuan kebijakan pelat nomor kendaraan ganjil-genap diberlakukan di tiga destinasi wisata yang dibuka di DIJ selama PPKM Level 3 ini. Tiga destinasi wisata itu adalah GL Zoo (Kota Jogja), Tebing Breksi (Prambanan, Sleman) dan Hutan Pinus Sari (Mangunan, Bantul).

Penerapan kebijakan itu cukup efektif untuk menekan jumlah kunjungan wisatawan terutama di wilayah luar kota DIJ. Pasalnya, di wilayah tersebut destinasi wisata yang ada jauh dari pemukiman penduduk. Sementara untuk di wilayah Kota Jogja agak sulit untuk dilakukan.

“Berbeda dengan ganjil-genap yang berlaku di destinasi wisata alam seperti pantai atau gunung. Dengan akses terbatas, saat kapasitasnya sudah penuh, maka bisa langsung menutup jalan masuk. Kalau di kota seperti ini tidak bisa,” kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) kemarin.

Ia berharap ada langkah bersama yang dilakukan pemkab se-DIJ agar aturan tersebut bisa mengurangi penularan Covid-19 saat wisatawan datang. Pihaknya meminta agar kabupaten lain melakukan screening di pintu masuk wilayah mereka.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan, kebijakan ganjil-genap itu memang masih terus dalam pembahasan. Ia merasa kebijakan ini baru akan efektif pada akhir pekan nanti. “Ini masih awalan ya. Kalau kami hanya sekadar mengingatkan kepada masyarakat tentang aturan itu,” katanya.

Pihaknya merasa perlu adanya kebijakan khusus. Termasuk salah satunya penerapan sistem ganjil-genap ini. Supaya tidak ada penumpukan wisatawan di destinasi tertentu. “Ini sebagai bentuk pengendalian saja agar tidak seperti akhir pekan yang lalu,” jelasnya.

Bus Wisatawan Terguling di Kawasan Bejiharjo

NGGLIMPANG: Bus rombongan wisatawan asal Semarang terguling usai berwisata di kawasan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Sabtu (18/9) petang.(ISTIMEWA)

Bus sarat penumpang nopol H 1446 BW terguling di wilayah Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Mereka adalah rombongan wisatawan yang nekat rekreasi di tengah larangan berwisata. Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah penumpang mengalami patah tulang.

Lokasi kejadian berada di kawasan wisata Bejiharjo, Sabtu (18/9) petang. Bus pariwisata mengangkut 27 penumpang. Baru saja keluar dari objek wisata, mengalami kecelakaan. Ketika bersimpangan dengan pikap pengangkut hasil panen kacang, bus ngglimpang karena jalan yang dilalui ambles.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengatakan, hasil hasil olah TKP di lapangan, rombongan pelancong berasal dari Semarang. Penumpang merupakan jajaran pegawai dari RSUD Kota Semarang. “Bus terguling ke kiri hingga memasuki area ladang milik warga,” katanya saat dihubungi kemarin (19/9).

Kuat dugaan pemicu kecelakaan karena tanah labil. Sebelumnya sopir hendak mencari celah jalan menghindari kendaraan lain yang terparkir. Terlalu ke pingir, tanah tidak kuat menahan, lalu ambles. Menurutnya, kasus ditangani satlantas dan bus yang terguling juga sudah dievakuasi.

Kasat Lantas AKP Martinus Sakti Givriyanto menambahkan, evakuasi bus melibatkan komunitas jip. Proses pengangkatan selesai pukul 02.00. Kecelakaan mengakibatkan delapan orang mengalami luka ringan, empat penumpang patah tulang, sedangkan 15 orang lainnya dalam kondisi sehat.
“Korban luka mendapatkan perawatan, tidak sampai mengakibatkan korban jiwa,” kata Martinus. Disinggung mengenai rombongan wisatawan piknik di tengah larangan berwisata, dia tidak menampik hal itu.

Untuk menyelesaikan kasus ini, sopir bus dan pengelola wisata akan dimintai keterangan lanjutan. Kepada masyarakat luas diminta bersabar karena hingga sekarang seluruh destinasi wisata di Gunungkidul belum dibuka. Ini mengacu penerapan PPKM Level 3 yang ditetapkan pemerintah pusat.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono menegaskan, sampai sekarang semua destinasi wisata belum dibuka. Saat ini persiapan menyambut wisatawan sedang dilakukan. Pihaknya mengundang seluruh pokdarwis untuk diberikan arahan persiapan uji coba pembukaan pariwisata.

“Kami sangat memahami apa yang dirasakan pengelola wisata. Namun, kami minta sabar,” kata Harry. Mengenai sanksi bagi pengelola wisata yang nekat beroperasi, diserahkan sepenuhnya kepada Satpol PP. Diharapkan semua pihak menaati aturan agar kasus Covid-19 bisa terus ditekan.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Gunungkidul Sugito ketika dikonfirmasi memilih irit bicara. Dia berdalih tidak berkompeten memberikan statemen terkait kasus kecelakaan melibatkan wisatawan di jalur wisata. “Nanti saya salah kalau berstatemen, karena itu ranahnya dinas pariwisata,” katanya. (kur/gun/laz)

Jogja Raya