RADAR JOGJA- Kebun Binatang Gembira Loka atau GLZoo Jogja terpaksa menolak 75% wisatawan karena tak memenuhi persyaratan di masa PPKM Level 3. Penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat wisatawan masuk ke Gembira Loka Zoo berakibat sepinya jumlah pengunjung ke kebun binatang tersebut.

Manager Pemasaran GL Zoo, Yosi Hermawan mengatakan rata-rata pengunjung yang bawa anak di bawah usia 12 tahun atau belum divaksin merasa keberatan karena tidak boleh masuk.

Ia berharap ada solusi dari pemerintah  ketika   GL Zoo dan dua destinasi wisata lain di DIJ sudah dibolehkan beroperasi kembali saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 ini.

“Segmentasi pariwisata rata-rata didominasi kalangan keluarga. Kita berharap ada kebijakan dari pemerintah  pusat yang sama-sama  menguntungkan, baik untuk destinasi maupun pelaku pariwisata,” ucap Yosi Hermawan.

Kebun Binatang terbesar di Jateng dan DIJ ni resmi beroperasi kembali pada Selasa pekan lalu, setelah sehari sebelumnya sempat uji coba pembukaan dengan hanya dikunjungi 34 wisatawan

Dengan akan diberlakukannya sistem aturan ganjil-genap sesuai pelat nomor dan tanggal di jalan masuk menuju tiga destinasi wisata di DIJ,  salah satunya di GL Zoo, manajemen kebun binatang tersebut menyerahkan kebijakan kepada pihak yang berwenang.

“Seharusnya kebijakan ganjil-genap itu diterapkan di objek-objek  wisata yang vital saja. Yang tidak menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Kalau di GL Zoo kan sudah memfilter pengunjung secara otomatis, dengan QR code PeduliLindungi,” sebutnya.

Yosi menambahkan jumlah pengunjung yang boleh masuk di GL Zoo pada Minggu (19/9) tercatat 130 orang, dan yang terpaksa balik kanan karena membawa anak kecil mencapai 607 orang.

“Wisatawan yang ditolak masuk itu tak hanya dari Jogjakarta tapi ada yang datang dari luar kota seperti Cirebon, Bandung, Kediri, Solo, dan wilayah Jateng lainnya,”jelas Manager Pemasaran GL Zoo, Yosi Hermawan. (sky)

Jogja Raya