RADAR JOGJA- Angka positif COVID-19 di DIJ sudah lebih banyak berkurang. Ini bisa terlihat dari tren kurva yang berisikan data pasien dan warga DIJ terindikasi positif dalam beberapa waktu terkahir.

Meski demikian, jika melihat data angka kematian masih 3,33 persen perlu jadi perhatian semua, terutama pentingnya meningkatkan disiplin protokol kesehatan untuk mencegah dampak dan memutus mata rantai penyebaran penyakit menular.

“Kita semua boleh berlega hati, ada penurunan angka positif COVID-19 seiring dengan langkah PPKM yang diterapkan. Namun, melihat angka kematian berkisar 3,33 persen membuat kita semua jangan lengah tingkatkan disiplin protokol kesehatan guna mencegah dampak Covid-19,” kata¬† Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIJ ¬†dari Fraksi PDI Perjuangan, Minggu, (19/9) usai kerja bakti di Umbulharjo Kota Jogja.

Eko mengatakan melalui gotong royong bantu sesama bisa mempercepat upaya pemulihan dampak akibat pandemi ini.

“Mari terus saling ingatkan, untuk berdisiplin proses, tetap rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, gunakan masker dan jaga jarak beraktifitas di luar dan hidup sehat. Bagi yang belum vaksin segera akses pelayanan kesehatan yang ada, untuk pencegahan resiko,” kata Eko Suwanto.

Eko menambahkan sesuai data yang dirilis oleh Germas COV hingga Sabtu, 18/9/2021 situasi kasus aktif di DIJ ada 3.473 atau 2,26 persen. Shelter ada 50 dengan kapasitas 3.104 terisi 290 atau 9,34 persen. Kasus aktif rawat RS 399, shelter 290 dan diluar shelter/RS ada 2.784

“Alhamdulillah, tingkat kesembuhan 94,41 persen ini patut disyukuri. Hanya kalau melihat angka kematian di 3,33 persen yang perlu kita beri perhatian. Ayo terus disiplin protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan.

Semoga warga DIJ bisa lebih banyak yang sehat dan selamat di waktu mendatang,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIJ dari Fraksi PDI Perjuangan. (sce/sky)

Jogja Raya