RADAR JOGJA – Seorang wanita bernama Dwi Setyaningsih (DS), 31, ditangkap jajaran Polres Kulonprogo lantaran terlibat kasus penipuan. Janda anak dua yang berprofesi sebagai sales susu itu diduga telah menipu puluhan bidan dengan modus iming-iming hadiah liburan dan umrah dari pembelian produk susu yang dijualnya.

Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini mengatakan, tersangka diketahui melakukan tindak penipuan terhadap delapan orang dengan modus menawarkan program undian berhadiah liburan dan umrah gratis bagi para korban. Para pelaku yang mayoritas berprofesi sebagai bidan diiming-imingi hadiah dengan syarat membeli produk susu ibu hamil yang dijual pelaku.

Fajarini menyatakan, untuk mendapat hadiah liburan dan umrah itu, para korban dimintai uang sebesar Rp 3,5 juta agar bisa terdaftar sebagai peserta undian. Tetapi bukannya dibelikan produk susu sesuai janji pelaku, uang hasil penjualan dari para korban justru digunakan oleh DS untuk kebutuhan pribadinya.

“Pelaku menggunakan uang hasil penjualan susu itu untuk membayar utang dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Total mencapai Rp 200 juta,” ujar perwira polisi ini saat ditemui di Mapolres Kulonprogo, Jumat (17/9).
Hingga saat ini baru ada delapan korban yang sudah melapor. Mereka terdiri atas empat korban merupakan warga Lendah, dua warga Pengasih, dan masing-masing satu korban dari Sentolo dan Nanggulan.

Fajarini menyebut, dimungkinkan korban masih banyak yang belum melapor karena pelaku juga beroperasi hingga wilayah Purworejo, Jawa Tengah. Kapolres pun meminta kepada masyarakat yang merasa telah menjadi korban penipuan DS untuk segera melapor.

Dari tangan DS, polisi berhasil menyita barang bukti surat perjanjian bermaterai yang merupakan bukti pembelian produk susu dari pelaku. Sementara untuk uang hasil kejahatan telah dihabiskan pelaku untuk kebutuhan pribadinya.

Akibat perbuatannya, DS yang merupakan warga Bantul ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dari balik jeruji besi. Ia dinilai telah melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. “Karena perbuatannya, tersangka terancam empat tahun tahun penjara,” terangnya.

Sementara DS sendiri mengaku sudah empat tahun bekerja sebagai sales produk susu kehamilan. Ia memanfaatkan program dari perusahaan tempatnya bekerja untuk mengelabuhi para korban. Ia terpaksa melakukan penipuan karena terlilit utang yang cukup besar, sehingga terpaksa gali lubang tutup lubang untuk pembayaran utangnya.

“Untuk program dari kantor memang benar ada, dan ada yang sudah berangkat. Tetapi uang hasil penjualan susu dari para korban ada yang saya pakai untuk membayar utang itu,” ujar DS. (inu/laz)

Jogja Raya