RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata DIJ belum mengetahui apakah ada tambahan destinasi wisata yang dibolehkan untuk uji coba pembukaan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 ini. Sejauh ini baru tiga destinasi yang boleh buka, yakni Tebing Breksi (Prambanan, Sleman), Hutan Pinus Sari (Mangunan, Bantul), dan Gembira Lokas Zoo (Kota Jogja).

Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata DIJ Marlina Handayani menyatakan, sampai sejauh ini pihaknya belum mendapatkan infromasi dari pemerintah pusat. “Kami belum dapat informasi kalau ada tambahan destinasi wisata,” katanya kemarin.

Marlina menduga kemungkinan informasi itu baru pembicaraan antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenarekraf) dan Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI). Yang pasti, Marlina menyatakan Dispar DIJ belum mendapat informasi tersebut.

Namun ia tidak menampik jika Dispar telah mengusulkan sejumlah destinasi wisata tambahan untuk dibolehkan beroperasi secara terbatas. Akan tetapi dia tidak menyebutkan mana saja destinasi yang diusulkan untuk uji coba buka, karena belum mendapatkan surat keputusan (SK) dari Kemenparekraf.

Saat ini Dispar DIJ masih fokus memantau dan mendampingi tiga destinasi yang sudah boleh buka terbatas, yakni yakni Tebing Breksi, Hutan Pinus Sari, dan Gembira Loka Zoo. Ketiga destinasi itu diakuinya sudah memiliki sertifikat CHSE. “Sementara ini yang boleh buka baru tiga itu,” jelasnya.

Lebih lanjut Marlina menambahkan, dari 200 lebih destinasi wisata di DIJ baru 96 destinasi wisata yang sudah mendapatkan sertifikat CHSE. CHSE adalah standar yang diberikan Kemenparekraf berbasis cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang mencakup tempat wisata, hotel, restoran, toilet umum, penjualan oleh-oleh dan lainnya.

Sementara itu, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menegaskan, jika belum ada kepastian mengenai penambahan destinasi wisata yang boleh dibuka, maka pengelola wajib menutup destinasi wisata yang mereka kelola. “Untuk yang belum diberi izin buka, ya jangan dulu,” katanya.

Lebih lanjut mantan kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ itu juga meminta kepada pengelola destinasi wisata untuk berjaga di pintu masuk destinasi wisata yang mereka kelola. Jika itu tidak dilakukan, wisatawan akan tetap datang. “Pintu TPR-nya harus dijaga,” tandasnya. (kur/laz)

Jogja Raya