RADAR JOGJA – Pengelola objek wisata (obwis) Hutan Pinus Sari berharap anak usia di bawah 12 tahun diperkenankan berkunjung. Sebab mustahil, pengunjung diminta untuk menitipkan anak di luar obwis.

Pengelola obwis Hutan Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, Bantul, Anang Suhendri mengatakan, pelarangan anak usia 12 tahun masuk ke obwis adalah kendala utama. Hal ini pun dikhawatirkan oleh pria 35 tahun itu dapat memicu konflik. “Kendala utamanya ketika pengunjung bawa anak di bawah usia 12 tahun. Itu bagi pengelola wisata, nanti jadi masalah,” keluhnya kepada awak media kemarin (13/9).

Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Hendri berharap ada evaluasi dari pemerintah pusat. Terhadap kebijakan yang melarang anak usia 12 tahun masuk ke obwis. “Mungkin ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk memberi peluang bagi anak (usia di bawah 12 tahun, Red) untuk masuk di area wisata Hutan Pinus Sari,” ujarnya.

Pelarangan anak usia di bawah 12 tahun masuk obwis juga dapat dinilai sebagai pengusiran halus pada pengunjung. Di mana, pengunjung yang membawa serta anaknya tentu lebih memilih pulang, dibanding menitipkan anaknya. “Ketika pengunjung membawa anak usia di bawah 12 tahun, kemungkinan dari orang tua nggak mau masuk obwis,” keluhnya.

Kendati begitu dipaparkan, Hutan Pinus Sari siap mengikuti protokol kesehatan (prokes) sesuai yang ditetapkan. Obwis ini telah mengantongi sertifikat CHSE (cleanliness, health, safety, dan environment sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sejak tahun lalu. Selain itu, pengelola menyiapkan alur sirkulasi pengunjung yang diarahkan satu jalur. Serta kesiapan pendukung lainnya seperti alat pengukur suhu tubuh dan tempat cuci tangan.

“Dan nanti setelah dibuka akan ada pengumuman secara berkala untuk pengunjung agar menerapkan prokes seperti jaga jarak, selalu memakai masker, dan cuci tangan,” bebernya.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Jogjakarta (Dinpar DIJ), Kurniawan menegaskan, dinasnya sudah menyampaikan pada pengola obwis untuk bertindak tegas. Agar pengelola obwis melarang anak usia di bawah usia 12 tahun berkunjung. “Karena bila membawa anak di bawah umur 12 tahun, sesuai aturan tidak boleh. Sehingga sekali lagi, ke teman-teman pengelola destinasi dan operator, untuk tetap bisa tegas,” ucapnya.

Dikatakan pula, wisatawan yang ingin membawa serta anaknya saat mengunjungi obwis harus bersabar. Sebab belum ada regulasi atau aturan yang memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun mengunjungi obwis. Lantaran mereka belum dapat menerima suntikan vaksin Covid-19. Sehingga, mereka tidak dapat lolos screening aplikasi Peduli Lindungi. “Kami minta pengelola di Hutan Pinus Sari untuk melakukan screening sejak di parkiran, kebetulan lokasi parkir dan pintu masuk beda,” tandasnya. (fat/bah)

Jogja Raya