RADAR JOGJA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim ,menegaskan sekolah dalam wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 hingga 3 bisa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Kebijakan menjadi wajib apabila guru dan tenaga pendidiknya telah vaksin secara lengkap. Dalam artian telah vaksin Covid-19 hingga dosis kedua.

Nadiem menjelaskan PTM untuk sekolah di wilayah PPKM Level 1 hingga 3 bersifat terbatas. Selain itu tidak ada kewajiban harus vaksin Covid-19. Sedangkan bagi sekolah yang lengkap hingga dosis kedua wajib menggelar PTM.

“Vaksinasi tidak menjadi kriteria untuk buka sekolah. Intinya semua (PPKM) level 1 sampai 3 boleh PTM sekarang juga, tidak perlu menunggu. Tapi ada sekolah yang wajib PTM yaitu yang gurunya sudah divaksin lengkap 2 kali,” jelas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim , di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (14/9).

Secara teknis skema PTM terbatas menjadi pilihan saat PPKM Level 1 hingga 3. Apabila masih PPKM Level 4 maka skema sepenuhnya adalah pembelajaran jarak jauh (PJJ). Aturan inintertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri.

Sekolah, lanjutnya, wajib menyediakan pilihan PTM. Walau begitu aturan juga tak bberisfat mutlak. Terlebih jika orangtua tak mengijinkan anaknya menjalani PTM.

“Orangtua tak boleh dipaksa. Kalau orangtuanya tak memberi lampu hijau ya tetap anaknya tetap PJJ. Jadi nanti PTM jalan tapi PJJ juga telah berlaku,” kata Nadiem Anwar Makarim.

Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X tetap teguh pada pendirian awal. Jajarannya tetap bertahan pada skema awal. Setidaknya capaian vaksinasi pelajar telah mencapai 80 persen dari target.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini mengutamakan keselamatan para siswa. Dengan pembentukan herd imunity di lingkungan sekolah. Sehingga potensi penularan Covid-19 menjadi rendah.

“Yang penting menyiapkan diri. Akan siapkan tatap muka kalau dimungkinkan. Kalau Jogja tinggal sedikit penyelesaian vaksinasi. Tidak terburu-buru lah, kalau di-TUN (PTUN) sama orangtuanya piye,” ujar Hamengku Buwono (HB) X.

Kepala Disdikpora DIJ Didik Wardaya memastikan capaian vaksinasi pelajar di Jogjakarta tinggi. Setidaknya ada 177 SMA dan SMK yang 80 persen siswanya telah tervaksin dosis pertama. Sementara total sekolah yang masuk target vaksinasi berkisar 396 sekolah.

Terkait PTM terbatas, Didik mengakui bisa berjalan. Bahkan sekolah bisa menjalani uji coba pekan depan. Namun semua itu tetap kembali ke kesiapan masing-masing sekolah.

“Ini yang siswanya sudah 80 persen tervaksin sudah simulasi. Kalau guru secara keseluruhan itu rata-rata sudah 95 persen. Sementara ini 177 sekolah yang siap PTM terbatas,” kata Didik Wardaya.

Untuk skema tingkat SD dan SMP menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan kabupaten dan kota. Didik belum mengetahui detil uji coba. Hanya saja dia menyarankan tingkat SMP terlebih dahulu.

Terlepas dari itu, Pemprov DIJ memiliki kewenangan. Penentuan skema PTM tetap mengacu pada capaian vaksinasi. Pertimbangan ini sudah melalui kajian yang matang. Terutama terkait jaminan kesehatan para siswa dan guru selama PTM berlangsung.

“Prioritas Jogjakarta tetap vaksin dulu, pertimbangan keamanan dan kesehatan tentunya. Ijin dari orangtua juga prioritas. Makanya sekolah buat surat edaran terkait ijin orangtua. Walaupun sudah divaksin tapi orangtua tidak mengijinkan maka PJJ,” ujar Kepala Disdikpora DIJ Didik Wardaya. (dwi/sky)

Jogja Raya