RADAR JOGJA- Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X meminta masyarakat dan pelaku usaha jangan hanyut dalam eforia melandainya kasus Covid-19. Diketahui bahwa saat ini penambahan kasus harian cenderung menurun. Kondisi yang sama saat sebelum varian delta masuk ke Jogjakarta.

HB X menegaskan status Jogjakarta saat ini masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Artinya masih ada sejumlah pembatasan aktivitas. Termasuk untuk destinasi wisata.

“Kalau kebijakan ya sama dengan pusat, enggak mungkin beda karena kan negara kesatuan. Sudah ada pelonggaran, ada dikit bertahap dan hati hati,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (14/9).

HB X meminta para pelaku usaha maupun wisata bersabar. Setidaknya melakoni uji coba operasional. Kebijakan ini berlaku bagi destinasi wisata yang ditunjuk oleh pemerintah pusat.

Beberapa kejadian menjadi sorotan. Seperti mulai ramainya kunjungan wisatawan. Padahal status PPKM di Jogjakarta belum turun menjadi level 2.

“Kalau saya tidak mau buka, biar uji coba dulu. Level 4 saja bis do teko. Ini (wisatawan) kalau datang terus (Covid-19) naik lagi gimana. Kita kan yang pusing,” kata Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X.

HB X mencontohkan sejumlah kejadian. Baik di wilayah lain maupun Jogjakarta dalam kurun waktu belakang. Lonjakan kasus sempat mencapai 2.000 kasus perhari. Penyebabnya adalah mobiltas yang tinggi dan masuknya Covid-19 varian delta.

Pemerintah, lanjutnya, masih mengejar capaian vaksinasi Covid-19. Setidaknya mencapai 80 persen untuk dosen pertama. Tujuannya untuk membentuk herd imunity di lingkungan masyarakat.

“Kita harus hati-hati. Vaksin jadi prioritas. Dosis 1 habiskan dulu kejar 80 persen,” ujar Hamengku Buwono (HB) X.

Pernyataan yang sama juga terlontar terkait operasional bioskop. HB X sejatinya memberi lampu hijau. Dengan catatan ada penanggungjawab atas keputusan operasional. Termasuk mau bertanggungjawab apabila muncul kasus atau klaster Covid-19.

“Bioskop buka, ya nanti itu kan tempat berkerumun. Yang penting bagi saya itu siapa yang tanggungjawab. Waton buka tapi tidak ada tanggungjawab itu repot. Makanya seperti kemarin mau dibuka wisata saya katakan boleh, tapi yang tanggungjawab siapa. Tapi tak ada yang mau bersedia yowes rasah,” kata Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X. (dwi/sky)

Jogja Raya