RADAR JOGJA – Selain Taman Pintar, Gembira Loka (GL) Zoo turut masuk dalam list sebagai satu diantara destinasi di Jawa-Bali untuk menggelar uji coba pembukaan wisata yang direkomendasikan pusat. Sertifikat CHSE menjadi poin penting untuk dimiliki para pelaku pariwisata dalam situasi pandemi.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, dalam waktu dekat segera dibuka destinasi wisata GL Zoo. Objek wisata kebun binatang ini dalam verifikasi kelayakan, termasuk yang paling siap terutama terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) nya. Bahkan juga sudah mendapatkan sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) dari Kemenparekraf. “Karena itu, saya berharap nanti dua destinasi wisata, Taman Pintar dan GL Zoo segera bisa buka, ya meski masih uji coba dulu,” katanya, Minggu (12/9).

HP menjelaskan sampai sekarang masih belum memperoleh kepastian terkait kapan dua destinasi unggulan itu mulai beroperasi. Sejauh ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kemenparekraf yang dipimpin oleh Sandiaga Salahudin Uno itu. Terutama destinasi Taman Pintar yang masih perlu menunggu rekomendasi dari pusat, padahal dari sisi penerapan prokesnya sudah selesai. “Sementara kita mempersiapkan taman pintar terutama terkait CHSEnya. Semoga saja, dalam waktu dekat sudah beres, segera bisa dibuka,” ujarnya.”Sebenarnya mereka sudah terverifikasi prokesnya oleh pemkot. Tapi karena ini kebijakan nasional maka mereka harus punya seritifikat CHSE,” jelasnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 itu meminta kepada semua destinasi wisata lain untuk mempersiapkan dan mengurus sertifikat CHSE dari Kemenparekeraf. Sebab dimasa pandemi dan PPKM ini CHSE menjadi persyaratan untuk membuka destinasi wisata. Disamping sudah memperoleh verifikasi dari Pemkot dan asosiasi industri pariwisata. “Saya minta semua industri wisata mulai memproses CHSE. Agar pada saat destinasi wisata di buka maka semuanya sudah siap,” tambahnya.

Selain sertifikat CHSE, HP menjelaskan penggunaan QR code pada aplikasi PeduliLindungi memang penting harus ada di setiap layanan publik terutama destinasi wisata. Ini untuk skrining awal pengunjung sebelum memasuki kawasan tertentu agar terjamin mereka dalam keadaan sehat. Sekaligus untuk mengetahui identitas vaksin maupun keterangan bebas negatif Covid-19 sebagai syarat utama memasuki kawasan. “Termasuk yang ini (QR code) juga karena menyangkut tentang one gate system nanti, otomatis memungkinkan kendaraan umum bisa parkir di area taman pintar,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan sarana prasarana, fasilitas penunjang prokes Covid-19 termasuk alur masuk pengunjung Taman Pintar sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebab, sebelumnya taman pintar sudah melakukan simulasi pembukaan destinasi wisata sebelum menyusul kasus korona di DIJ ini memuncak. “Waktu itu kan bersamaan dengan Malioboro kita bangun. Jadi Taman Pintar dan Malioboro adalah project yang kita dorong menjadi role model dari seluruh pelaksanaan prokes selama PPKM,” jelasnya.

Menurutnya, permintaan untuk mengunjungi Taman Pintar sebenarnya sudah lama ada dan cukup tinggi. Maka simulasi sebagai langkah awal untuk mulai dibukanya kembali wahana pendidikan tersebut. Namun, pemkot tetap mewanti-wanti terkait pembatasan kapasitas yang harus disiapkan betul agar tidak melanggar prokes. Pun pola pelayananbya juga dibuat sedikit berbeda menyesuaikan dengan era normal baru. “Saya nggak tahu mulai (operasional), tapi mungkin minggu depan sudah mulai (uji coba). Kalau museum belum, jadi di Indonesia itu baru 20 (destinasi wisata) yang diizinkan, satu diantaranya taman pintar,” terangnya.

Dengan begitu, siapapun yang hendak berkunjung ke taman pintar harus dinyatakan bebas Covid-19 dan punya identitas vaksin melalui PeduliLindungi. “Begitu nanti di pedulilindungi kita akan tahu hijau, kuning, swab negatifnya disitu juga ada. Jadi tidak mungkin dipalsukan,” tambahnya.

Sementara Humas GL Zoo, Yosi Hermawan mengatakan pihaknya telah mendapat arahan, mengenai rekomendasi pembukaan di masa PPKM Level 3 dengan status uji coba. Menurutnya, GL Zoo kini, sudah sepenuhnya siap. “Tapi soal bukanya kami belum tahu kapan dilaksanakan, karena kita masih menunggu QR Code (aplikasi) Peduli Lindungi dari Kemenparekraf,” katanya. (**/wia/pra)

Jogja Raya