RADAR JOGJA- Kondisi penambahan kasus Covid-19 harian di Jogjakarta, perlahan mulai menurun. Terbaru adalah sebanyak 83 kasus per 13 September 2021. Angka kasus ini terendah pasca lonjakan kasus per medio Juni 2021.

Kabag Humas Pemprov DIJ, Ditya Nanaryo Aji menuturkan, catatan kasus mulai landai. Dalam artian kondisinya seperti sebelum terjadi lonjakan kasus. Setidaknya kasus berada dibawah angka ratusan dalam satu hari.

“Catatan hari ini terendah semenjak lonjakan kasus per Juni kemarin. Puncaknya 27 Juli dengan catatan 2.732 kasus Covid-19 dalam satu hari,” jelas Ditya Nanaryo Aji, Senin (13/9).

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ, Kabupaten Bantul mendominasi dengan 26 kasus. Menyusul kemudian Gunungkidul dengan 25 kasus. Lalu Kabupaten Sleman sebanyak 19 kasus, Kota Jogja 7 kasus dan 6 kasus dari Kabupaten Kulonprogo.

Rincian riwayat sementara kasus terkonfirmasi Covid – 19 sebanyak 56 kasus dari tracing kontak erat. Lalu 20 kasus merupakan hasil periksa kesehatan mandiri. Adapula 7 kasus belum ada keterangan.

“Positivity rate harian per 13 September 2021 sebesar 1,64 persen. Kalau akumulasi total selama pandemi mencapai 153.131 kasus,” kata Kabag Humas Pemprov DIJ, Ditya Nanaryo Aji.

Jumlah pasien sembuh juga cenderung tinggi. Tercatat 325 pasien dinyatakan sembuh atau selesai masa isolasi. Sehingga total pasien sembuh mencapai 142.841 jiwa.

Pasien sembuh terbanyak dari Kabupaten Bantul sebanyak 154 pasien. Menyusul kemudian Kulonprogo dengan 73 pasien. Lalu Sleman 50 pasien, Gunungkidul 33 pasien dan Kota Jogja 15 pasien.

“Catatan ini bukan berarti bisa mengendorkan prokes. Masyarakat tetap wajib prokes dalam beraktivitas karena virusnya masih ada,” ujar Kabag Humas Pemprov DIJ, Ditya Nanaryo Aji.

Untuk pasien meninggal mencapai 13 jiwa. Rincian kasus meninggal terbanyak Sleman 6 jiwa. Kabupaten Bantul 5 jiwa dan masing-masing 1 jiwa di Kulonprogo dan Gunungkidul.

“Sehingga total kasus meninggal menjadi¬† 5073 kasus. Dari akumulasi seluruh kasus maka kasus aktif saat ini mencapai 5.217 kasus,” kata Ditya Nanaryo Aji. (dwi/sky)

Jogja Raya