RADAR JOGJA – Vaksinasi rabies secara gratis kembali digulirkan tahun ini untuk tiga jenis hewan peliharaan, yakni anjing, kucing, dan kera. Kegiatan ini digelar untuk mencegah penyakit rabies berkembang dan menjaga status bebas rabies di DIJ.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Suyana mengatakan, pelaksanaan kali ini ada perbedaan. Biasanya vaksinasi rabies hanya lewat wilayah kelurahan, kini bisa diselenggarakan selain di 45 kelurahan. Juga di 10 tempat praktik dokter hewan maupun poliklinik hewan.

Ini hasil kerja sama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Jogja. “Kalau di kelurahan harus jam tertentu, pukul 09.00-13.00, tapi kalau di dokter praktik hewan asal mereka masih memberikan praktik bisa membantu,” katanya kemarin (9/10).

Suyana menjelaskan, vaksinasi rabies di 45 kelurahan dimulai 6 hingga 24 September 2021. Berbeda dengan yang di dokter hewan praktik, durasinya lebih panjang yaitu hampir dua bulan, sejak 6 September hingga 30 Oktober mendatang. Syaratnya, hewan dalam kondisi sehat, usia minimal empat bulan.
Hewan betina dalam kondisi fit atau tidak sedang bunting dan menyusui. Sebisa mungkin seminggu sebelum divaksin bisa diberikan obat cacing untuk menjaga hewan itu tetap fit ketika akan dilakukan vaksinasi.

“Karena tidak semua yang tinggal di Kota Jogja ini pemiliknya (hewan peliharaan) ber-KTP Jogja. Tapi bisa dilakukan (vaksin rabies), yang penting hewan itu tinggal dan berdomisili di Kota Jogja,” tambah Suyana.

Upaya vaksinasi rabies kepada tiga jenis hewan ini dilakukan untuk tetap mempertahankan Kota Jogja berstatus bebas rabies. Sehingga tidak muncul kekhawatiran, khususnya pada wisatawan mancanegara maupun masyarakat Kota Jogja itu sendiri, bahwa Jogja tetap nyaman dan bebas rabies. “Wilayah DIJ sebetulnya sudah bebas rabies berdasarkan SK menteri pertanian,” jelasnya.

Berdasarkan SK Mentan Nomor 892/KPTS/TN.560/9/1997 tentang Pernyataan Provinsi Jatim, DIJ dan Jateng Bebas dari Penyakit Anjing Gila (Rabies). DIJ menjadi salah satu dari delapan provinsi yang bebas dari rabies. Artinya, masih ada 26 provinsi di Indonesia belum bebas rabies.

Menurutnya, penyakit rabies cukup berbahaya karena sifatnya selulosa dari hewan bisa menularkan kepada manusia. Selama ini diakui di Kota Jogja ada beberapa kali kasus gigitan anjing. Tetapi setelah dicek bersama Balai Kesehatan Veteriner, hasilnya tidak menunjukkan rabies.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sri Panggarti menambahkan, saat pelaksanaan vaksinasi rabies pemilik hewan wajib membawa KTP. Bagi warga domisili kota yang akan mengakses vaksin, wajib membawa surat keterangan domisili.

“Vaksinasi rabies harus dilakukan secara berkala setiap tahun. Kami juga bekerja sama dengan komunitas pecinta hewan yang memiliki selter dan merawat anjing, kucing liar, kami juga akan berikan vaksinasi rabies,” katanya. (wia/laz)

Jogja Raya