RADAR JOGJA – Anak usia di bawah 12 tahun tidak diperkenankan masuk objek wisata (obwis). Dalam uji coba pembukaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. “Jadi kemarin ada protes,” sebut Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Annihayah sela vaksinasi bagi pelaku wisata di Kampung Batik Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul kemarin (9/9).

Polemik muncul, karena sebagian obwis menyasar anak-anak sebagai pasar. Lantaran beberapa obwis dibangun sebagai wahana edukasi bagi anak-anak. Protes tersebut disampaikan dalam zoom meeting yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), kemarin (9/9).“Kemarin waktu zoom ada yang protes kebun binatang 40 persen pengunjungnya adalah anak-anak. Nggak mungkin orang tua datang sendiri. Sementara anak dititipkan, orang tua yang melihat monyet,” bebernya.

Dilarangnya anak usia di bawah 12 tahun masuk obwis lantaran mereka belum dapat menerima vaksin Covid-19. Sehingga otomatis, mereka tidak dapat mengikuti prosedur berkunjung sesuai protokol kesehatan (prokes). Salah satunya alurnya melakukan scan QR code di aplikasi PeduliLindungi. “Karena masih uji coba, dan vaksinasi sekarang masih di tahap usia 12 tahun ke atas. Jadi kami masih melindungi anak-anak di bawah 12 tahun untuk tetap berada di rumah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama hadir Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Ayah dua orang putri ini mengatakan, aplikasi PeduliLindungi sangat penting. Kendati diakui, belum semua warga menggunakan aplikasi ini. “Memang ada tantangan, maka ini sekaligus mendorong gaya hidup hidup cerdas menggunakan IT,” ujarnya.

Mantan Wakil Bupati Bantul periode 2016-2021 ini mengatakan, aplikasi PeduliLindungi dapat memudahkan petugas. Dalam memonitor pengunjung yang belum menjalani vaksinasi Covid-19. “Kalau scan QR code, mereka diterima atau ditolak mesin bisa membaca. Berdasar pada yang bersangkutan sudah vaksin atau belum,” paparnya.

Sementara terkait penunjukkan salah satu obwis di Bantul sebagai uji coba pembukaan PPKM, Halim mengucapkan syukur. Lokasi tersebut terpencil dan indah, kendati akses menuju obwis tersebut cukup sulit. Obwis pun diklaim telah tersohor sampai ke mancanegara. “Sehingga pemilihan Watu Lumbung tepat sebagai lokasi uji coba obwis. Kami menghormati kewenangan (penunjukkan obwis oleh, Red) pemerintah pusat,” ucapnya. (fat/pra)

Jogja Raya