RADAR JOGJA – Pemprov DIJ berhasil meraih predikat Terbaik I untuk kategori Pemerintah Provinsi pada Paritrana Award 2020. Gubernur DIJ Hamengku Buwono  (HB) X menerima anugerah penghargaan secara daring. Rangkaian acara penganugerahaan ini berlangsung di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini memaparkan latar belakang capaian anugerah. Pertama adalah peran serta perangkat aparat terkait dan juga para pemegang polis BPJS Ketenagakerjaan di Jogjakarta. Baik di sektor UMKM, non ASN formal maupun informal untuk mendapatkan jaminan ketenagakerjaan.

“Pada dasarnya kami hanya memberi ruang saja, di mana kami bekerjasama dengan pemberi polis ketenagakerjaan agar semua warga memiliki jaminan ketenagakerjaan. Kami juga ikut memberikan sosialisasi supaya mereka (para pekerja) juga merasa tenang.

Kami sendiri memberikan jaminan ketenagakerjaan bagi non ASN sebagai salah satu bentuk fasilitas,” jelas Hamengku Buwono  (HB) X ditemui di lobi Gedhong Pracimosono Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (9/9).

Jogjakarta bukan satu-satunya daerah yang menerima Paritrana Award 2020. Untuk kategori yang sama yaitu Pemerintah Provinsi adapula Papua Barat di peringkat Terbaik II. Lalu untuk peringkat Terbaik III diperoleh Sulawesi Utara.

“Jaminan ketenagakerjaan ini sangatlah penting bagi seluruh pekerja. Pemda DIJ akan selalu siap memberi ruang maupun memfasilitasi agar seluruh pekerja bisa ternaungi,” kata Gubernur DIJ Hamengku Buwono  (HB) X.

Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan penghargaan ini adalah wujud apresiasi. Terutama kepada pihak-pihak yang bisa memberikan perlindungan ketenagakerjaan bagi para pekerja. Baik sebagai pemberi kerja maupun pemerintah daerah.

Mantan Kepala Disdikpora DIJ ini menuturkan persentase jumlah tenaga kerja yang sudah memiliki jaminan ketenagakerjaan cukup tinggi. Sehingga membuktikan perusahaan maupun instansi memiliki kepedulian terhadap tenaga kerja. Walau begitu dia mendorong agar angka partisipasi terus bertambah kedepannya.

“Keberhasilan program ini juga termasuk partisipasi dari para pengusaha atau pemberi kerja. Pemda dianggap sebagai salah satu pelopor yang bisa memberikan perlindungan pada pekerjaan non ASN, baik formal maupun non formal, sehingga layak mendapatkan penghargaan,” ujar Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji.

Dia memastikan para pekerja akan sangat diuntungkan dengan terdaftar dalam jaminan ketenagakerjaan. Tidak hanya sebagai jaminan kecelakaan kerja dan meninggal dunia tapi juga menyangkut jaminan hari tua.

“Berupa adanya uang pensiun bahkan termasuk jaminan kehilangan pekerjaan,” kata Kadarmanta Baskara Aji.

Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan M. Aditya Warman berharap penghargaan dapat menjadi sebuah motivasi. Mampu menumbuhkan semangat produktivitas maupun perlindungan. Penghargaan ini juga sebagai bentuk apresiasi kepada usaha kecil, menengah, maupun besar.

Jogjakarta, lanjutnya, memiliki nilai keluhuran tinggi. Semuanya merupakan warisan kearifan lokal dan para pemimpinnya. Kolaborasi keteladanan ini dapat menjadi cerminan bagi masyarakat pekerja di Indonesia.

“Ini adalah salah satu prestasi tertinggi di Jogjakarta, sehingga kami mau jauh-jauh datang untuk menyaksikan langsung penyerahan apresiasi tertinggi dalam bentuk Paritrana Award,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya