RADAR JOGJA – Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji memastikan belum ada pembukaan destinasi wisata di Jogjakarta. Hanya saja memang ada persiapan uji coba operasional. Setidaknya ada tiga destinasi wisata di Jogjakarta yang menjalani uji coba terbatas tersebut.

Aji memaparkan pembahasan dengan pemerintah pusat. Tepatnya bersama Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menparekraf Sandiaga Uno. Rapat berisikan pembahasan skema uji coba operasional destinasi wisata.

“Cuma kementerian sampai akhir itu baru menyebut beberapa lokasi di antara ini. Tiga destinasi menjadi yang akan di SK-kan pak Menteri. Ini masih menunggu SK-nya itu,” jelas Kadarmanta Baskara Aji ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (8/9).

Aji telah meminta Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Rahardjo berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Guna memastikan tiga destinasi yang buka. Agar dapat segera melakukan persiapan operasional.

Sempat beredar tiga destinasi wisata telah tertunjuk. Diantaranya Taman Pintar Kota Jogja, Candi Keraton Ratu Boko Sleman dan Watu Lumbung Bantul. Aji belum bisa menjawab tentang tiga destinasi tersebut.

“Pak Singgih sudah saya minta berkomunikasi dengan kementerian. Supaya segera ada kepastian karena yang ditunjuk menteri itu kan mestinya pertama harus sudah CHSE. Lalu sudah (aplikasi) Peduli Lindungi memenuhi persyaratan itu,” kata Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Pemrov DIJ, lanjutnya, bisa memberikan rekomendasi lain. Langkah ini diambil apabila destinasi wisata tertunjuk belum optimal. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan, CHSE dan kesiapan atas aplikasi Peduli Lindungi.

Aji menegaskan Pemprov DIJ memiliki wewenang tersebut. Pertimbangan adalah lebih paham situasi kondisional setiap destinasi wisata. Terutama untuk memenuhi syarat dari pemerintah pusat.

“Kami tentu akan mengambil kebijakan kalau memang menurut kami apa yang oleh kementerian belum sesuai. Kepala daerah boleh menentukan ini ditunjuk. Misalnya belum menyediakan tempat cuci tangan ya belum boleh,” ujar Kadarmanta Baskara Aji.

Walau begitu, Aji mengakui keputusan bukan berada di tangan pemerintah daerah. Penentuan operasional destinasi wisata tetap oleh pemerintah pusat. Pihaknya hanya bisa memberikan rekomendasi destinasi wisata.

Dia mencontohkan Taman Pintar. Destinasi wisata edukasi ini memiliki segmen pasar khusus yaitu anak-anak. Sementara dalam aturan Peduli Lindungi, batas vaksinasi minimal 12 tahun.

“Taman pintar konsumsinya anak kecil padahal harus Peduli Lindungi. Opo gunane kan gitu. Kalau ganti destinasi tetap destinasi yang ditunjuk Kemenparekraf. Kami cuma bisa merekomendasikan,” kata Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi memastikan ada persiapan di Taman Pintar. Mulai dari memasang QR Code hingga one gate system. Tak hanya untuk alur manusia tapi juga kendaraan para pengunjung.

Heroe memastikan Taman Pintar telah siap. Destinasi wisata edukasi ini merupakan salah satu percontohan di Kota Jogja. Bahkan penerapan protokol kesehatan telah ideal

“Waktu itu bersamaan dengan Malioboro untuk jadi role model pelaksanaan prokes. Jadi sudah disiapkan, karena sebenarnya permintaan ke Taman Pintar sudah lama,” ujar Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi.

Catatan penting persiapan operasional adalah kapasitas pengunjung. Pertimbangannya adalah destinasi wisata bersifat indoor. Alhasil perlu ada perhitungan kapasitas dengan sirkulasi udara.

“Nah, tetapi kemarin kami wanti-wanti supaya kapasitasnya dibuat yang tidak melanggar prokes. Pola pelayanan dibuat beda supaya lebih maksimal menjalankan prokes selama PPKM,” kata Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. (dwi/sky)

Jogja Raya