RADAR JOGJA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sleman turun level. Sejalan dengan itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengusulkan destinasi wisata wilayah Sleman untuk dibuka.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Eka Priastana Putra mengungkapkan, PPKM level 3 tidak jauh beda dengan PPKM level 4. Dalam aturan pemerintah pusat, destinasi wisata belum bisa dibuka. Akan tetapi, mengingat desakan dari masyarakat agar wisata di buka tinggi, maka Pemkab Sleman hendak mengajukan pembukaan wisata tersebut.

Pemkab Sleman secara bertahap berupaya menyiapkan pariwisata untuk segera dibuka. Pemkab, mengajukan 25 destinasi wisata ke pusat. ”Kami kirimkan ke Menkomarives dan surat tembusan ke menteri lainnya,” ungkap Eka dalam Jumpa Pers perkembangan PPKM Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, kemarin (7/9).

Dari 25 destinasi itu ada yang dikelola pemkab, Taman Wisata Candi (TWC), swasta maupun dikelola masyarakat. “Dispar sejak awal pandemi mendapatkan aduan keluhan pariwisata dari masyarakat. Terkait hal tersebut dinas (dispar) upayakan wisata bergerak sesuai aktivitas dan profesi,” ujarnya.

Adapun faktor lainnya, karena jumlah pelaku wisata yang telah tervaksin dosis pada September ini diperkirakan mencapai 80 persen. Sementara vaksinasi dalam September ini mencapai 6.440 dosis pertama. Dengan sasaran pelaksanaan vaksin di obyek wisata yang teesebar di delapan titik.

Nah, destinasi yang diajukan ini sudah masuk dalam kriteria. Yaitu, memiliki sertifikat CHSE. ”Setiap destinasi harus memiliki tim satgas gugus tugas untuk melakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan (prokes),” terangnya.
Nantinya untuk pengunjung obwis dapat menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagaimana yang saat ini sudah diberlakukan di mal maupun pusat perbelanjaan.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Sleman Siswanto menambahkan, pada level 3 ini dishub hendak menggelar festival kesenian maupun kompetisi seni dan budaya. Ada 12 rangkaian acara dalam bulan ini. Kendati demikian, pelaksanaannya tak jauh dari aturan PPKM sebelumnya. “Jumlah pemain dan penontonnya masih dibatasi maksimal 30 orang. Dan digelar semi virtual,” terangnya.

Nah, untuk kegiatan-kegiatan tertentu, merti dusun atau upacara adat, dapat dilaksanakan. Tetapi tidak ada kirab. “Di luar event tersebut bisa dilakukan. Asal dapat izin tim gugus tugas setempat dan juga dilakukan secara virtual,” pungkasnya. (mel/bah)

Jogja Raya