RADAR JOGJA – Direkrimsus Polda DIJ berhasil membekuk tiga tersangka dalam kasus tindak pidana ekonomi dengan modus operandi transfer dana palsu atau dikenal dengan skimming. Mereka laki-laki berinisial P, 44, dan S, 52, asal Wonogiri, Jawa Tengah. Kemudian W, asal Sukoharjo, Jawa Tengah.

Mereka ditahan di Polda DIJ dan dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 03 Tahun 2011 tentang Transfer Dana Jo 55 KUHP ayat (1) ke-1. Atau Pasal 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1), UURI Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Jo Pasal 55 KUHP ayat (1) ke-1 atau pasal 48 ayat (2) Jo Pasal 32 ayat (2) UURI Nomor 11 tahun 2008 sebagimana diubah dan ditambah dengan UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Jo Pasal 55 KUHP ayat (1) ke-1 dan/atau Pasal 363 KUHP ayat (1) ke-4 tentang pencurian oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu. Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan atau denda Rp 5 miliar.

Wakil Direktur Reskimsus Polda DIJ AKBP FX Endriadi mengatakan, kasus ini merupakan perkara lanjutan dengan modus sama pada Juli lalu. Salah seorang tersangka sudah ditangkap. Sedangkan P, S, W, merupakan buronan.

Kasus bermula dari Renata Nurmasari yang pada 26 September 2020 mendapatkan notifikasi SMS banking BRI di HP miliknya. Notitikasi berisi pemberitahuan dua kali transaksi transfer Rp 20 juta. Padahal transaksi tidak pernah dilakukan oleh korban. Merasa saldonya hilang, dia melaporkan hal itu kepada Direkrimsus Polda DIJ pada April 2021.

Setelah dilakukan penyelidikan, Direkrimsus berhasil menangkap satu tersangka. Transaksi pada 25 September 2020 dilakukan oleh seorang pria di ATM SPBU Jalan Wates, Argosari, Sedayu, Bantul. Dengan ciri-ciri memakai topi hitam, masker warna krem, sweater hitam bertuliskan gojek serta memegang ponsel. “Tersangka satu sudah ditangkap dan dalam proses sidang pengadilan di Gunungkidul,” kata Endriadi kepada wartawan kemarin (7/9).

Sebelumnya, pelaku melakukan identifikasi korbannya. Pertama, yang ditangani di unit BRI link. Seorang pelaku mendatangi korban, kemudian berperan seolah-olah akan transfer dana. Satu orang lainnya berperan mengalihkan perhatian objek. Satu stanby untuk menerima kartu ATM yang sudah dicairkan atau di-skim oleh pelaku utama.

Dari hasil penggesekan itu, kartu ATM disalin datanya di laptop yang sudah disiapkan tersangka. Tersangka juga sudah menyiapkan beberapa ATM kosong yang akan disalin datanya. “ATM itu diambil dari gerai ATM di daerah. Begitu alurnya,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengembangan penyelidikan, ketiga tersangka berhasil diringkus. Dari kejadian itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 11 kartu ATM beberapa bank. Kemudian 17 KTP palsu tersangka. Satu unit laptop, satu unit mesin pengkopi data ATM, satu unit mesin pencetak data ATM, serta satu unit kamera digital portable.

“Tersangka sudah kami tangkap, kemudian dalam proses penyidikan lebih lanjut. Yang bersangkutan semua ditahan di rutan Polda DIJ,” ungkap Endriadi. (mel/laz)

Jogja Raya