RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Jogja bakal terapkan one gate system sebagai pemeriksaan awal, sebelum masuk kota pada pekan ini. Langkah tersebut sebagai antisipasi peningkatan penyebaran Covid-19 setelah Jogja kembali dipadati wisatawan pada akhir pekan kemarin.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan pelaksanaan skema one gate system segera dipersiapkan. Penerapannya akan dilakukan pada pekan ini.

Dari hasil komitmen yang dibuat, bahwa asosiasi penyedia jasa bus pariwisata agar melakukan seleksi di awal rombongan. Kaitannya dengan kelengkapan dokumen perjalanan seperti kartu vaksin atau surat keterangan hasil negatif Covid-19. “Kami minta komitmen. Karena akan dilakukan pemeriksaan awal terkait kelengkapan dokumen perjalanannya nanti,” jelas HP (7/9).

Penumpang juga harus mengunduh PeduliLindungi digawai masing-masing. Pada aplikasi itu, pengguna bisa menemukan bukti vaksin. “Karena semua tempat akan mensyaratkan scan barcode,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengatakan, skema one gate system ini menjadi bentuk responsif pemkot dimasa pandemi Covid-19 untuk memberikan layanan kedatangan orang dengan transportasi umum. Dan dilakukan pemeriksaan awal sebelum menuju pusat kota Jogja untuk memastikan aspek kesehatannya. ”Sejatinya, konsep itu sudah siap manakala ada kebijakan diterapkan,” terangnya.

Pada prinsipnya, dishub telah menyiapkan konsep pemeriksaan awal pelaku perjalanan pada satu pintu di terminal. Nanti bisa dilihat dari aplikasi PeduliLindungi maupun dokumen secara langsung.

Dikatakan, perjalanan kemanapun hendak ke pusat kota Jogja maupun yang akan mengakses parkir di tiga tempat khusus parkir (TKP) harus masuk ke terminal Giwangan lebih dulu. Terutama angkutan umum baik antarkota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP), dan pariwisata. “Skrining yang dilakukan nanti sebagai label lolos memenuhi syarat atau tidak,” ujarnya.

Sejauh ini, tiga TKP pemkot memang belum dibuka kembali. Ini seiring juga dengan destinasi wisata yang masih ditutup. Namun demikian, konsep ke depan angkutan umum yang nantinya bisa parkir di tiga TKP tersebut.

Menurutnya, aturan ini sudah jelas dan tegas tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 nasional maupun Intruksi Menteri Perhubungan dalam rangka pencegahan penyebaran korona dimasa pandemi.

Sebagai citra Jogja kota wisata, diharapkan masyarakat bisa menyadari untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman ke kota tujuannya. “Bagi masyarakat di luar Jogja yang akan berjalan ke kota mari mematuhi ketentuan pemerintah nasional yang ditetapkan,” imbuhnya. (wia/bah)

Jogja Raya