RADAR JOGJA- Guna antisipasi datangnya wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Kota Jogja. Satlantas Polresta Jogja melakukan penjagaan di setiap kawasan destinasi wisata. Khususnya yang terdapat terminal dan juga ruang parkir kendaraan wisata.

Kasatlantas Polresta Jogja, Kompol Chandra Lulus Widiantoro menuturkan, skema penjagaan oleh Unit Lantas Polsek wilayah. Terutama yang memiliki kantong parkir kendaraan wisata. Termasuk di wilayah terminal Giwangan Umbulharjo.

“Personel yang disiagakan ini sifatnya floating di tempat tertentu. Khususnya yang ada kantong parkirnya. Nanti Polsek jajaran kalau di wilayah hukumnya ada terminal ada penempatan unit Lantas disana,” jelas Kompol Chandra Lulus Widiantoro ditemui di SMA Stella Duce 1 Jogjakarta, Selasa (7/9).

Langkah antisipasi berupa imbauan kepada supir kendaraan wisata. Termasuk para wisatawan yang datang dengan kendaraan pribadi. Agar sementara tak melakukan kunjungan wisata di Kota Jogja.

Kebijakan ini, lanjutnya, mengacu pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Walau Jogjakarta telah turun ke Level 3, namun belum ada pembukaan destinasi wisata di wilayah Jogjakarta. Pembukaan destinasi wisata diijinkan setelah wilayah menyandang status PPKM Level 2.

“Nanti personel yang siaga di titik-titik ini akan memberikan imbauan. Intinya kepada supir armada wisata dan wisatawan jangan dulu masuk Kota Jogja. Apalagi PPKM masih Level 3,” kata Kasatlantas Polresta Jogja, Kompol Chandra Lulus Widiantoro.

Terkait langkah tegas, mantan Kapolsek Pakem ini belum bisa bicara banyak. Untuk saat ini jajarannya tetap melakukan pendekatan persuasif. Tentunya dengan bekerjasama dengan Pemkot Jogja dan jajaran TNI.

Dia juga meminta para wisatawan untuk menahan diri. Kunjungan wisata akan lebih ideal saat PPKM di Jogjakarta berstatus Level 2. Artinya kondisi penularan Covid-19 telah turun dan cenderung kondusif.

“PPKM sudah longgar tapi perlu diwaspadai diantisipasi belum lepas dari Covid-19.longgar tapi perlu diwaspadai diantisipasi belum lepas dari Covid-19. Alasannya beli oleh-oleh malah ke destinasi wisata. Takutnya muncul klaster lagi kalau ada kerumunan,” ujar Kompol Chandra Lulus Widiantoro.

Senada Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho hanya bisa memberikan imbauan. Apabila ada pelanggaran, jajarannya hanya meminta armada kendaraan untuk putar balik. Langkah ini dinilai efektif sebagai teguran untuk saat ini.

Upaya penyisiran juga berlaku di setiap destinasi wisata, kantong parkir dan terminal. Guna memastikan tidak ada kendaraan wisata yang parkir. Seperti yang terjadi di kawasan sekitar Malioboro saat akhir pekan kemarin.

“Alasannya beli oleh-oleh bakpia. Tapi dari situ wisatawan malah jalan ke Malioboro. Sejak kemarin banyak karena jalan masuk kota itu banyak,”kata Agus Arif Nugroho.

Kunjungan wisatawan ke Malioboro menjadi dilematis tersendiri. Kawasan ini, lanjutnya, tak sepenuhnya berstatus sebagai destinasi wisata. Disisi lain, Malioboro juga merupakan sentral bisnis di Kota Jogja.

Alhasil lokasi ini tidak mengalami penutupan destinasi wisata. Walau begitu ada pembatasan akses. Terutama penutupan taman parkir di sekitar kawasan Malioboro. Seperti di parkir Abu Bakar Ali, kantong parkir Panembahan Senopati dan parkir Ngabean.

“Kami berharap PO bus dan teman-teman pelaku wisata dari luar memahami bahwa kita bersama-sama berjuang melawan covid. Saya sudah melaporkan ke Kadishub DIJ agar menjadi perhatian bersama. Kalau sudah lepas masuk ke Jogjakarta pasti masuk ke kota sehingga perlu dikoordinasikan,” ujar Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho. (dwi/sky)

Jogja Raya