RADAR JOGJA – Jogjakarta resmi menyandang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Penurunan level ini dibacakan langsung oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Perubahan ini berdasarkan membaiknya angka transmisi komunitas dan kapasitas respon per 5 September 2021.

Untuk angka kasus konfirmasi positif per 100 ribu penduduk berada di angka 66. Level capaian pada angka ini masuk kategori level 3 atau buruk. Angka kematian per 100 ribu penduduk berada di 4,75.

“Angka kematian turun di level 3 tapi masih dalam kategori buruk. Untuk angka rawat inap per 100 ribu penduduk berada di 17,13 atau berada di level 3 juga,” jelas Kabag Humas Pemprov DIJ Ditya Nanaryo Aji, Senin (6/9).

Terkait penurunan kasus, Ditya memastikan ideal. Dalam artian tidak ada pengurangan tracing maupun testing kasus. Terbukti data per 5 September berada di rasio 1 : 18,7.

Sebagai perbandingan pada 1 September, angka tracing dan testing berada di 1:10,8. Lalu pada 2 September berada di 1:11,5. Pada 3 September berada di 1:11,7.

“Selama tiga hari itu masih level 2 baik. Lalu pada 4 September rasio meningkat jadi 1:17,3 dan rasio 1:18,7 pada 5 September. Dua hari terakhir itu sudah ke level 1 atau testing sangat baik,” kata Kabag Humas Pemprov DIJ Ditya Nanaryo Aji.

Untuk positivity rate lima terakhir bertahan di level 2 atau baik. Per 1 September mencapai 11,55 persen. Pada 2 September di 10,24 persen, pada 3 September di 9,26 persen. Pada 4 September 8,43 persen dan 7,91 persen per 5 September 2021.

Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat hunian tempat tidur pasien juga terus menurun. Tercatat 32,63 persen per 1 September, 31,93 persen per 2 September, 30,83 persen per 3 September dan 29,76 persen per 4 September.

“Catatan BOR terus membaik setiap harinya. Per 5 September sudah di 29,22 persen. Sejak 1 September itu sudah berada di level 1 atau kategori sangat baik,” ujar Kabag Humas Pemprov DIJ Ditya Nanaryo Aji .(dwi/sky)

Jogja Raya